Antisipasi Virus Korona, Pemerintah Indonesia Larang Impor Hewan Hidup dari Cina

ILUSTRASI (Dok. Foto: FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK).
ILUSTRASI (Dok. Foto: FOTO: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melarang impor hewan hidup yang berasal dari Cina menyusul merebaknya virus corona di negara tersebut. Kebijakan tersebut menyusul sejumlah tindakan larangan izin bagi semua pendatang yang tiba dari Cina daratan atau mereka sudah berada di Cina daratan selama 14 hari untuk masuk dan transit di Indonesia serta penghentian sementara fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga negara Cina.

“Sudah diputuskan dan tegas bahwa pemerintah melarang impor live animal (hewan hidup) dari Tiongkok, kalau sekarang ada (impor yang dikirim akan dikembalikan, karena disampaikan metode transmisi penyakit melalui human to human dan wild animal,” terang Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (4/2).

Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat terbatas mengenai Kesiapan Menghadapi Dampak Virus Corona yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. “Sedangkan untuk perdagangan barang karena tidak terkait dengan penularan maka perdagangan akan terus berlanjut dan termasuk holtikultura seperti bawang putih dan buah-buahan,” tambahnya.

Airlangga pun menegaskan pemerintah masih akan menyiapkan skenario berikutnya termasuk memperhitungkan dampak penyebaran virus corona tersebut terhadap perekonomian nasional. ”Kami akan monitor terus, di Cina (penyebaran virus corona) juga akan dimonitor terus sampai pertengahan Februari, outbreaknya diperkirakan sampai pertengahan Februari, dan karantina mereka akan dievaluasi akhir Februari maka pemerintah akan melakukan hal yang sama,” jelas Airlangga.

Sementara terkait penurunan turis asal Cina ke sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia, pemerintah akan mendorong tumbuhnya turis dalam negeri. “Pemerintah mendorong perjalanan ke destinasi wisata ke Bali, Batam, Bintan dan Manado dan akan diperhitungkan diberi tarif khusus, akan dihitung. Kami juga akan mendorong konferensi-konferensi dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dalam negeri untuk diselenggarakan di daerah pariwisata tersebut agar turis domestik meningkat,” tambah Airlangga.

Menteri Perdangangan Agus Suparmanto menambahkan bahwa sejumlah hewan hidup yang dilarang untuk diimpor adalah hewan-hewan reptil. ”Keputusannya kita larang mengimpor hewan-hewan hidup. Semua hewan hidup semacam kura-kura, ular dan reptil, itu tidak boleh. Itu berkaitan dengan virus,” kata Agus.

Agus menyatakan aturan itu akan segera diberlakukan. “Berlaku segera, mungkin Februari ini saya keluarin peraturannya sampai nanti dievaluasi kembali setelah Presiden mengevaluasi kembali. Sifatnya sementara, tidak selamanya karena ini mengantisipasi saja,” ungkap Agus.

Pada Minggu (2/2), pemerintah Indonesia juga sudah mengevakuasi 237 WNI yang tinggal provinsi Hubei dan satu WNA yang merupakan suami dari seorang WNI, serta 5 orang anggota Tim Aju KBRI Beijing. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, mereka ditempatkan lebih dulu di Pulau Natuna, kepulauan Riau untuk diobservasi selama 14 hari di RS TNI Terintegrasi Tingkat III Pangkalan TNI AU Raden Sadjad yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kota Wuhan di provinsi Hubei, Cina menjadi pusat penyebaran virus corona tipe baru. Virus yang menyebabkan penderitanya mengalami pneumonia itu pertama ditemukan di Wuhan pada Desember 2019. Pemerintah Cina lalu mengarantina provinsi Hubei. Kini di seluruh dunia ada 17.845 kasus positif virus korona tipe baru dengan jumlah korban meninggal 362 orang. (fin/jm)

  • Dipublish : 5 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami