Apotek di Tiongkok Dijatuhi Denda Lantaran Naikkan Harga Masker 6 Kali Lipat

Ilustrasi: Masker yang dijual di toko obat atau apotek di Tiongkok (EPA-EFE)
Ilustrasi: Masker yang dijual di toko obat atau apotek di Tiongkok (EPA-EFE)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

TIONGKOK,- Di tengah kesedihan makin bertambahnya korban meninggal dunia akibat virus korona, ada saja pihak yang justru mencari keuntungan di balik musibah. Sebuah apotek di Tiongkok yang berada di Beijing, mencoba mendapatkan keuntungan dari banyaknya permintaan masker. Apotek tersebut menaikkan harga hampir 6 kali lipat dari harga normal.

Kabar tersebut disampaikan regulator pasar di Beijing, Rabu (29/1) seperti dilansir Reuters. Apotek yang bernama Beijing Jimin Kangtai Pharmacy tersebut akhirnya dijatuhi denda sebesar 3 juta yuan atau sekitar Rp 5,9 miliar.

Harga satu kotak atau satu pack masker N95 merek 3M dinaikkan oleh apotek tersebut menjadi 850 yuan (sekitar Rp 1,7 juta). Padahal harga di online satu pack atau satu kotak hanya 143 yuan (sekitar Rp 281 ribu).

Sejak Kamis pekan lalu, regulator pasar di Tiongkok telah menyelidiki 31 kasus perihal pelanggaran harga obat-obatan dan masker. Kebanyakan pihak toko obat atau apotek sengaja menaikkan harga yang cukup tinggi. Pemerintah Kota Beijing terus meningkatkan pengawasan terhadap harga masker dan obat-obatan yang berkaitan dengan virus korona. Pemerintah tak segan untuk memberikan hukuman ketika menemukan kegiatan ilegal seperti menaikkan harga semena-mena dan menimbun masker serta obat-obatan.

Sementara itu, di Shanghai, regulator pasar kota tersebut telah melakukan tindakan tegas terhadap toko obat yang menjual masker yang tak memenuhi standar yang sudah ditetapkan pemerintah. Toko obat tersebut tak sekadar dijatuhi denda, melainkan ditutup. Seperti diketahui, pemerintah Tiongkok telah menetapkan masker jenis N95 yang dijual di apotek atau toko obat. Masker tersebut sudah memenuhi standar medis.

Selain memerintahkan toko tersebut ditutup, pemerintah juga meminta kepada pihak toko untuk mengembalikan uang kepada warga yang sudah membeli masker yang tak memenuhi standar medis tersebut. Selain itu, stok masker tersebut juga harus dibuang. (jp/jm)

  • Dipublish : 29 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami