Arus Balik Lebaran jadi Pertaruhan Jakarta Sambut Kehidupan New Normal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi masyarakat yang sudah mematuhi imbauan berada di rumah saja dan melakukan physical distancing. Tentunya demi memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. Hal itu terlihat dari berkurangnya volume kepadatan orang-orang di sejumlah transportasi publik di Jakarta.

Apresiasi itu disampaikan Anies Baswedan bukan hanya untuk warga DKI. Tapi, juga kepada masyarakat di Bodetabek. Karena menurut penuturan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, penyokong kesuksesan pengendalian Covid-19 di Jakarta juga sangat bergantung pada tingkat kepatuhan masyarakat di Jabodetabek. Dia menyebut wilayah-wilayah penyangga ibu kota tersebut sebagai satu kesatuan.

Anies memaparkan data yang menunjukkan volume orang berkurang drastis di sejumlah alat transportasi publik sejak beberapa waktu belakangan. Seperti di MRT, bus angkuran umum, hingga commuter line.

“Kendaraan pribadi sekarang tinggal 45 persen. Mass Rapid Transit (MRT) penumpangnya tinggal 5 persen, bahkan bis penumpangnya tinggal 10 sampai 12 persen. Artinya ada penurunannya sangat signifikan,” jelas Anies Baswedan dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Senin (25/5).

Jika tren positif ini terus berjalan hingga masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 4 Juni 2020, Jakarta kemungkinan akan memasuki kehidupan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19. Anies Baswedan pun mengatakan perpanjangan PSBB kedua ini menjadi penentu kesuksesan pengendalian wabah Covid-19 di Jakarta.

“Perpanjangan ini adalah masa yang menentukan. Mengapa? Karena bila di hari-hari ini, penularan di Jakarta menurun, angka kasus baru menurun, kemudian yang biasa digunakan oleh para ahli epidemiologi yang disebut reproduction number, angkanya sekarang di Jakarta sekitar 1, bisa turun di bawah 1. Maka sesudah tanggal 4 Juni, kita bisa melakukan transisi menuju new normal,” papar Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menyadari bahwa Jakarta kini dihadapkan pada tantangan luar biasa terkait arus mudik dan arus balik lebaran berpotensi hadirkan gelombang kedua Covid-19. Anies pun mengatakan akan memperketat penjagaan di sejumlah titik pintu masuk ke Jakarta.

Untuk dapat masuk ke Ibu kota, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM).

Pergub tersebut mengatur sejumlah sektor yang diperbolehkan untuk keluar-masuk wilayah DKI Jakara. Meliputi bidang kesehatan, keuangan, logistik, industri strategis, bahan pangan, energi, perhotelan, konstruksi,komunikasi dan teknologi informatika, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional.

Selain itu, persayaratan lain yang harus dipenuhi warga yang hendak memasuki wilayah DKI Jakarta adalah adanya surat keterangan sehat yang dibuktikan dengan hasil tes cepat (Rapid Test) dan tes Swab Polymerase Chain Reaction (PCR), surat dinas dari instansi atau perusahaan dan dokumen perjalanan lain seperti kartu identitas resmi.

Anies menambahkan masyarakat yang tidak dapat memenuhi sejumlah persyaratan sebagaimana yang tertuang dalam Pergub DKI Nomor 47 Tahun 2020 tentang Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM), dia meminta mereka menunda perjalanan ke Jakarta terlebih dahulu. Karena dapat dipastikan tidak akan bisa masuk ke ibu kota.

“Bila Anda berencana ke Jakarta dan tidak memilki ketentuan-ketentuan yang disebutkan, tidak memiliki hasil tes (kesehatan), maka tunda dulu keberangkatannya karena akan sia-sia tidak akan bisa masuk,” tegas Anies Baswedan. (jp)

  • Dipublish : 26 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami