AS Memerah, 8.300 Orang Tewas

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

WASHINGTON – Presiden Donald Trump meminta masyarakat di Amerika Serikat bersiap-siap menghadapi lonjakan jumlah kematian dalam beberapa hari mendatang saat negara itu menghadapi masa penyebaran wabah virus corona, yang ia sebut sebagai dua minggu yang paling berat.

”Akan banyak orang yang meninggal,” kata Trump saat memberikan pemaparan kepada para wartawan, Minggu (5/4). Jumlah kasus Virus Corona di Amerika Serikat saat ini merupakan yang terbesar di dunia.

Lebih dari 306.000 di AS telah dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan sudah 8.300 orang kehilangan nyawa akibat virus tersebut, menurut penghitungan Reuters.

Para pakar medis pada kantor kepresidenan Gedung Putih telah memperkirakan bahwa pandemi tersebut bisa membunuh antara 100.000 hingga 240.000 penduduk Amerika. Bahkan jika perintah untuk berada di rumah dipatuhi masyarakat. ”Kita akan tiba pada masa yang akan sangat mengerikan. Kita mungkin tidak pernah melihat jumlah seperti ini. Mungkin selama perang, saat Perang Dunia Pertama atau Kedua atau seperti itu,” kata Trump di Gedung Putih.

Di New York City, sementara itu, jumlah kematian akibat Covid-19 tercatat lebih dari seperempat angka korban jiwa di seluruh AS, menurut penghitungan Johns Hopkins University. Rumah-rumah sakit dan rumah duka di kota itu bergelut untuk menangani para pasien, yang berada dalam keadaan kritis, serta memakamkan mereka yang meninggal.

Karena bisa menghadapi risiko tertular, banyak orang yang keluarganya sakit parah di New York City akhirnya tidak bisa menemui rang orang-orang terkasih pada akhir hayat mereka. New York merupakan negara bagian di AS yang paling parah terdampak wabah tersebut.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, Sabtu (4/4), bahwa penyakit-penyakit terkait virus corona telah membunuh 630 orang dalam 24 jam di negara bagian itu. Covid-19, kata Cuomo saat konferensi pers, sejauh ini telah menyebabkan 3.565 orang di New York meninggal. Keadaan paling menghawatirkan terlihat di Long Island, di timur New York City.

Di Long Island, jumlah kasus Virus Corona. ”Seperti penyebaran api,” katanya. ”Kita belum berada di puncak, kita semakin dekat. Menurut perkiraan kami, kita berada dalam kisaran tujuh hari. Baru 30 hari sejak kasus pertama kita muncul. Rasanya ini seperti mimpi buruk,” tuturnya.

Sementara itu Pemerintah Kota Dubai, Uni Emirat Arab, memberlakukan lockdown (karantina wilayah) selama dua minggu mulai Sabtu (4/4). Arab Saudi menutup beberapa bagian Jeddah, Kota Laut Merah, saat negara-negara Teluk memperketat aturan di kota-kota besar untuk menghentikan penyebaran Virus Corona. Dubai sejak 26 Maret telah menerapkan jam malam, demikian pula seluruh wilayah di Uni Emirat Arab.

Komite Agung untuk Pengendalian Krisis dan Bencana mengatakan sekarang lockdown akan berlaku 24 jam selama dua minggu, demikian dilaporkan kantor berita WAM. Di Dubai, pergerakan masyarakat di tempat umum akan dilarang dan orang-orang yang melanggar aturan akan ditindak tegas. Namun, menurut laporan WAM, toko-toko swalayan dan apotek, juga layanan pesan-antar makanan dan obat-obatan masih akan beroperasi secara normal.

Selama karantina wilayah, penduduk Dubai hanya diperbolehkan keluar rumah jika ada keperluan sangat penting dan hanya satu anggota keluarga yang diperbolehkan keluar pada waktu yang sama. Orang-orang yang bekerja di sektor-sektor penting atau mereka yang dikecualikan oleh aturan tersebut masih bisa menjalankan kegiatan.

Layanan transportasi umum di Dubai, yaitu kereta bawah tanah dan trem, akan dihentikan selama dua pekan. Sementara itu, selama lockdown masyarakat akan disediakan layanan bus gratis dan potongan harga 50 persen untuk pengguna taksi.

UAE juga akan melakukan uji besar-besaran Covid-19 di seluruh wilayah yang padat penduduk. Kasus Covid-19 terkonfirmasi di UAE telah meningkat sebanyak 840 sejak April. Pada Sabtu, mereka yang tertular virus itu tercatat 241 dan yang meninggal satu orang dalam 24 jam. Dengan demikian, jumlah keseluruhan pasien di negara itu sejauh ini mencapai 1.505 dengan 10 kematian, menurut keterangan pemerintah melalui Twitter.

Di negara tetangga UAE, Arab Saudi, pihak berwenang juga telah mengumumkan karantina wilayah dan sebagian jam malam di tujuh kawasan di Jeddah mulai Sabtu sebagai bagian dari langkah untuk membendung wabah tersebut, kata kementerian dalam negeri dalam pernyataan. Arab Saudi menjadi negara yang terdampak paling parah di antara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), yaitu kelompok kerajaan-kerajaan penghasil minyak. Saudi melaporkan bahwa hingga Sabtu ada 2.179 orang yang mengidap Covid-19 dan 29 meninggal akibat Virus Corona jenis baru di wilayah kerajaan tersebut. (fin/ful)

  • Dipublish : 6 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami