Aset Kasus Jiwasraya Diumpetin ke Luar Negeri

(Foto: Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung menyita 1.400 sertifikat bidang tanah milik para tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dokumen kepemilikan tersebut diamankan penyidik untuk menyelamatkan aset terkait perkara yang merugikan negara sebesar Rp 13,7 Triliun itu. Selain itu, ada aset yang diduga disembunyikan di luar negeri.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan proses pengembangan kasus Jiwasraya masih terus dikembangkan oleh tim penyidik. “Kita punya semangat yang sama untuk membongkar perkara ini,” tegas Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (22/1).

Menurutnya, tim penyidik masih melakukan penelusuran aset-aset milik tersangka yang diduga berkaitan dengan kasus itu. Penyitaan dan penggeledahan beberapa hari lalu, kata Burhanuddin, merupakan tindakan awal dan akan terus dilakukan. ” Yang pasti ini baru dimulai. KIta akan kejar kemana saja aset itu. Kejaksaan bekerjasama dengan BPN, PPATK, dan OJK,” imbuhnya.

Disinggung soal berapa hasil dari penyitaan aset milik tersangka jika dikalkulasikan dalam bentuk rupiah, Burhanuddin mengaku belum tahu. Alasannya, penyidik masih menghitung semuanya. “Belum semua dihitung. Ada banyak sekali. Ada 1.400 sertifikat tanah,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampisus), Febrie Adriansyah menegaskan proses penyidikan terus mengungkap banyaknya transaksi-transaksi beli saham di Jiwasraya. “Rencananya akan digabungkan dengan dakwaan masalah investasi saham. Kita sidik terus dan ini banyak transaksinya. Sehingga butuh waktu terutama pekerjaan dari kawan-kawan auditor,” ucap Febrie.

Selain itu, lanjut Febrie, menyebut penyitaan aset sebagai langkah untuk pengembalian kerugian negara. “Yang kita kejar adalah pengembalian. Itu sertifikat yang disita banyak. Tentunya bisa digunakan untuk mengembalikan kerugian negara yang sudah terjadi,” tegasnya.

Dia juga mensinyalir ada aset yang disembunyikan di luar negeri oleh tersangka. Namun Febrie tak mau menyebutkan identitas tersangka yang dimaksud. Tim penyidik, lanjutnya, akan mengusut keberadaan aset-aset tersebut hingga ketemu. “Kita akan saya akan terus kejar terus kemanapun aset-aset itu disembunyikan,” pungkasnya.

Periksa 14 Saksi

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan penyidik memeriksa 14 saksi. Mereka adalah Joko Haryono selaku Direktur Maxima Integra, Dirut PT. Ciptadana Securitas Ferry Budiman, dan Ita Puspo sebagai Koordinator Marketing PT. OSO Managemen Investasi.

Kemudian, Lusiana eks Bagian Pengembangan Dana PT. Asuransi Jiwasraya, mantan Kepala Divisi Investasi Tahun 2009 PT Asuransi Jiwasraya, Dony S Karyadi. Selanjutnya, Direktur Milenium Capital Managemen Fahyudi Djaniatmadja selaku, Rudolfus pribadi Agung Sujagad dari PT. Jasa Capital Managemen, Muhammad Karim selaku Direktur PT. GAP Asset Managemen, Soehartanto Direktur PT. GAP Asset Managemen.

Saksi lainnya Dirut PT Sinarmas Sekuritas Hermawan Hoesin, mantan Kepala Divisi Akuntansi PT. Asuransi Jiwasraya Dicky Kurniawan, Ony Ardianto Kepala Divisi Akuntansi PT. Asuransi Jiwasraya. Juga Vera Florida dan Endra Febristyawan dari Bursa Efek Jakarta. “Awalnya 9 orang yang dijadwalkan diperiksa. Tetapi ada saksi yang sebelumnya tidak hadir, bisa datang untuk dimintai keterangan. Sehingga totalnya 14 orang,” ujar Hari.

Dari 14 saksi tersebut, lanjut Hari, dikelompokan menjadi tiga. Yaitu saksi dari internal PT. Asuransi Jiwasraya. Baik yang masih aktif maupun yang tidak menjabat. Lalu saksi dari pengelola saham atau managemen investasi dan saksi dari lembaga pengelola transaksi investasi. “Pemeriksaan pihak-pihak terkait dalam perkara ini terus dilakukan guna mencari fakta hukum serta mengumpulkan bukti. Tujuannnya untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi,” paparnya.

Sebelumnya, Penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya di Kejaksaan Agung terus berkembang. Selain melakukan pemeriksaan saksi-saksi, ternyata diam-diam Kejaksaan Agung telah mengirimkan surat permohonan pemblokiran aset aset berupa tanah milik para tersangka ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari laporan berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (Rini M. Soemarno) Nomor : SR – 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero). Kemudian ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33 / F.2 / Fd.2 / 12 / 2019 tanggal 17 Desember 2019.

Sudah lima tersangka ditahan oleh Kejaksaan Agung. Mereka adalah Komisaris PT Hanson, Benny Tjokrosputro, mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Tram, Heru Hidayat, mantan Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan.(fin.co.id)

  • Dipublish : 23 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami