Asrama Haji Makassar Sudah Tampung 102 Pasien Isolasi Mandiri

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (depan) dan ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari (belakang) meninjau kamar dan fasilitas di Wisma Jabal Uhud Asrama Haji Sudiang tempat isolasi bagi pasien Covid-19 Selasa, 27 Juli. Kanwil Depag Sulsel menyiapkan 500 kamar dengan fasilitas lengkap -- TAWAKKAL/FAJAR
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (depan) dan ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari (belakang) meninjau kamar dan fasilitas di Wisma Jabal Uhud Asrama Haji Sudiang tempat isolasi bagi pasien Covid-19 Selasa, 27 Juli. Kanwil Depag Sulsel menyiapkan 500 kamar dengan fasilitas lengkap -- TAWAKKAL/FAJAR
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id — Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) Asrama Haji Sudiang kini telah menampung 102 pasien sejak dioperasikan 27 Juli 2021 lalu.

Humas Asrama Haji, Inayah mengungkapkan, fasilitas yang disediakan setara dengan hotel bintang tiga. Lengkap dengan WiFi.

“Wifi ada alhamdulillah. Kalau fasilitas kamar setara hotel bintang 3,”ungkapnya, Jumat (6/8/2021).

Diketahui, Asrama Haji Makassar bisa menampung hingga 150 pasien. Sejauh ini, sudah ada tiga pasien yang dinyatakan sembuh dan keluar.

Salah satu pasien yang sedang isolasi di Asrama Haji, Selfi mengaku nyaman selama tinggal di sana. Fasilitas yang ditawarkan pun sangat baik.

“Alhamdulillah nyaman sejauh ini, fasilitas bagus, jadi cukup betah. Makanan juga tidak pernah terlambat,”pungkasnya.

Sebagai informasi, persyaratan menikmati FIT adalah pertama, dengan mendaftar di call center Hallo Dokter 0811466465 atau mendaftar melalui website hallodokter.sulselprov.go.id, mendapat rujukan dari puskesmas untuk dilakukan perawatan COVID-19 di rumah sakit dan melakukan swab RT-PCR dengan hasil positif dengan tanpa gejala dan gejala ringan tanpa komorbid.

FIT ini akan diprioritaskan untuk beberapa kelompok, pertama mereka yang tinggal sendiri dalam rumah, tanpa keluarga. Kedua, tinggal bersama kelompok rentan: usia lansia dan memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, gangguan jantung hypertensi, gagal ginjal, stroke, penyakit pernafasan kronis dan penyakit kanker.

Ketiga, kondisi rumah tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri, tidak ada kamar khusus bagi penderita. Keempat, jika kondisi lingkungan masyarakat di sekitar rumah tidak memungkinkan dilakukan isolasi mandiri seperti ancaman penolakan atau ancaman keamanan. Kelima, penilaian nomor 1 – 4 dilakukan oleh puskesmas. (fajar/jm)

  • Dipublish : 7 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami