Awal Januari 2020, Indonesia Terima Aliran Modal Asing Rp10,1 T

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Awal Januari 2020, aliran modal asing yang masuk ke Indonsia mencapai Rp10,1 triliun. Derasnya modal asing ini berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, jumlah arus modal asing yang masuk di awal Januari yang lumayan itu menunjukkan investor melihat iklim bisnis di Indonesia sudah kondusif.

“Catatan kami, pada awal Januari 2020 ada inflow portofolio yang jumlahnya mencapai Rp10,1 triliun,” kata Perry di Jakarta, Jumat (10/1).

Adapun jumlah aliran modal asing itu masuk dari instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp10 triliun dan pasar saham sebesar1,3 triliun.

Sementara itu, lanjut dia, angka Credit Default Swap (CDS) Indonesia berada di level 61,3 basis poin (bps), angka yang rendah ini akan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

“Mudah-mudahan inflow ini akan memperkuat stabilitas eksternal dan juga neraca perdagangan Indonesia pada triwulan I,” ujar Perry.

Dia optimis, bila melihat di awal tahun aliran modal asing sudah cukup besar, maka diyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terjaga di-range 5 persen hingga akhir tahun.

Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas William, Surya Wijaya sebelumnya memperkirakan bila melihat sepanjang tahun berjalan tahun 2019 capital inflow sudah berada di atas Rp9 triliun, ini menggambarkan minat investor asing masih tinggi di pasar modal.

“Saya masih optimistis 2019 secara total masih ada inflow, bahkan sampai 2020 masih akan ada inflow,” ujar dia.

William meyakini, inflow totalnya akan terus bertambah sepanjang tahun mengingat iklim ekonomi yang terus membaik.

“Jadi tidak menutup kemungkinan akan terus berlanjut apalagi kalau kita lihat Indonesia di kondisi yang akan ada satu kepastian,” ujar dia.(fin)

  • Dipublish : 11 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami