Ba’asyir Bebas, Penjemput Wajib Rapid Test

Abu Bakar Ba'asyir (ABB) saat menghirup udara bebas (Istimewa)
Abu Bakar Ba'asyir (ABB) saat menghirup udara bebas (Istimewa)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id – Tidak boleh ada kerumunan besar dalam penyambutan Abu Bakar Ba’asyir (ABB) yang bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II-A Gunung Sindur hari ini (8/1). Lapas juga mewajibkan pihak keluarga dan penasihat hukum (PH) ABB menyertakan surat rapid test antigen nonreaktif sebagai syarat penjemputan.

Hal itu disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Khusus Kelas II-A Gunung Sindur Mujiarto. Dia mengatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada PH dan keluarga agar tidak ada pendukung yang ikut dalam penjemputan. ”Karena kalau ada kerumunan nanti bakal jadi masalah baru,” ujarnya dikutip dari Radar Bogor kemarin (7/1).

Di sisi lain, Direktur Penegakan Hukum Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Eddy Hartono menyatakan, pihaknya akan melaksanakan program deradikalisasi kepada ABB sesuai ketentuan. Yakni, Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2019.

”Di mana deradikalisasi dilaksanakan kepada tersangka, terdakwa, terpidana, narapidana, mantan narapidana, dan orang atau kelompok yang sudah terpapar paham radikal terorisme,” ungkapnya. Eddy memastikan bahwa langkah yang dilakukan BNPT juga dikomunikasikan kepada pihak keluarga ABB. Tentu saja, hal serupa dijelaskan kepada ABB.

Pihak lapas, Polri, dan Kementerian Agama juga diajak bekerja sama oleh BNPT untuk memaksimalkan program deradikalisasi tersebut. ”Program deradikalisasi itu memberikan wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan, dan bahkan kewirausahaan yang dapat dilaksanakan dengan baik,” terangnya.

BNPT berharap ABB dapat kembali beraktivitas normal setelah menuntaskan hukuman dan keluar dari lapas. ”Abu Bakar Ba’asyir setelah bebas, memberikan dakwah yang damai, yang menyejukkan,” harapnya.

Sementara itu, keluarga ABB sudah mengimbau kepada seluruh pendukung untuk tidak ikut melakukan penjemputan. Putra ketiga ABB, Abdul Rohim, mengatakan bahwa imbauan itu sudah disampaikan jauh-jauh hari lewat beberapa medium. Salah satunya lewat media sosial (medsos). ”Jadi, kami imbau tidak perlu ada rombongan yang datang (menjemput),” ujarnya kepada Jawa Pos.

Rencananya, penjemputan hanya dilakukan pihak keluarga dan PH. Rohim mengungkapkan, pihaknya akan membawa langsung ABB ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo. ”Kami mengimbau untuk mendoakan dari rumah saja, tidak perlu datang ke pondok,” ujarnya. (jawapos.com)

  • Dipublish : 8 Januari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami