Badminton Asia Team Championships 2020: Tugas Berat Menanti

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Federasi Bulu Tangkis Asia (Badminton Asia Confederation) telah mengumumkan undian 24 tim (12 tim putra dan 12 tim putri) yang akan tampil di turnamen Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia atau Badminton Asia Team Championship 2020.

Dalam ajang yang bakal berlangsung di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina, 11-16 Februari mendatang itu tim putra Indonesia menempati Grup A bersama India dan tuan rumah Filipina. Sementara tim putri Merah Putih yang tergabung di Grup Y tampil bersama Filipina dan Thailand.

Jika melihat komposisi di grup-grup itu, tim putra Indonesia terbilang masuk dalam grup ringan karena hanya berisikan India dan Filipina. Namun, untuk tim putri, terbilang cukup sulit, mengingat mereka bakal berhadapan dengan Thailand di babak penyisihan grup itu.

Ya, tim putri Thailand ada di peringkat keempat daftar unggulan, satu tingkat di atas Indonesia yang ada di posisi kelima. Namun, PBSI selaku induk bulutangksi Indonesia telah menyiapkan skuat terbaik untuk kejuaraan tersebut.

Untuk nomor tunggal putri, PBSI menurunkan Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan, Choirunnisa dan pemain junior Putri Kusuma Wardani. Beruntung, tunggal putri andalan Thailand, Ratchanok Intanon dikabarkan tidak terdaftar dalam tim.

Akan tetapi, tim dari Negeri Gajah Putih itu masih memiliki deretan tunggal putri yang cukup kuat yaitu Pornpawee Chochuwong, Busanan Ongbumrungphan, termasuk pemain muda Phittayaporn Chaiwan.

Indonesia berpeluang besar meraih kemenangan dari sektor ganda putri. Sebab, Indonesia diperkuat juara Indonesia Masters 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan dua pasangan muda, Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto.

Namun kekuatan ganda putri Thailand juga tak boleh dianggap enteng. Ganda putri Thailand diwakili oleh Jongkolphan Kittitharakul/Rawinda Prajongjai dan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong yang sering menjadi lawan sengit bagi Greysia/Apriyani.

Melihat dari daftar pemain lawan-lawanya tersebut, tim putri Indonesia memiliki tugas berat di ajang itu. Apalagi, PBSI sendiri membidik tim putri Indonesia mampu menjadi juara Grup pada ajang dua tahunan tersebut.

Dengan kata lain, tim putri Indonesia harus bisa menyapu bersih dua kemenangan dari Thailand dan Filipina. “Tim putri kami di grup Y kan rangking dua setelah Thailand, jadi minimal targetnya jadi runner up, tapi mau jadi juara juga dong, walau harus dengan kerja keras,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti seperti dikutip Fajar Indonesia Network (FIN) dari situs resmi PBSI, Jumat (31/1) kemarin.

Meski demikian, mantan pebulutangkis nasional itu tidak bisa memungkiri bahwa kekuatan lawannya terutama Thailand memiliki kualitas baik di sektor tunggal putri. Namun, Susy percaya optimis tim putri Indonesia mampu melewati hadangan tersebut. “Kalau dari segi rangking dan kualitas. memang tim putri Thailand lebih di atas Indonesia, terutama di tunggal putri,” tutur Susy.

“Tapi namanya pertandingan, kan tidak ada yang tahu, sebelum pertandingan mulai ya kami tetap optimis dan semangat. Apalagi di skuat ini ada pemain muda, mereka bisa ambil pengalaman dan bermain nothing to lose,” sambungnya.

Berbeda dengan tim putri, tim putra Indonesia justru terbilang masuk dalam ‘Grup Ringan’. Sebab mereka berada dalam Grup A bersama India dan Filipina.

Apalagi, tim putra Indonesia sendiri yang merupakan juara bertahan menempati urutan teratas dalam daftar unggulan, diikuti Jepang, Tiongkok, Taiwan dan India.

Di ajang ini, tim putra Indonesia terbilang turun dengan kekuatan penuh. Di tunggal putra ada Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito dan Firman Abdul Kholik.

Tiga ganda putra terbaik juga menjadi senjata Indonesia, mereka adalah Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan serta Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Meski demikian, Susy tetap meminta tim putra Indonesia tak memandang remeh lawan. Susy tetap mengkhawatirkan lawan-lawannya tersebut membuat kejutan, tertutama India yang dinilai Susy memiliki kekuatan yang cukup berbahaya, termasuk satu ganda putra mereka yang performanya tengah meningkat.

India, dalam ajang ini menurunkan Kidambi Srikanth, Sai Praneeth, Prannoy H.S, bahkan nama pemain muda Lakshya Sen di tunggalnya. Sedangkan, untuk ganda putra, mereka mengandalkan pasangan Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy.

“Saya rasa peluang tim putra cukup besar, yang penting jangan sampai lengah, karena secara kekuatan kami cukup solid di tunggal dan ganda putra. Tapi tetap saja tidak boleh menyepelekan, kami tetap harus konsentrasi dan fokus di satu demi satu pertandingan. Jaga konsentrasi dan kondisi, jangan sampai ada yang sakit,” jelas Susy.

Meski menilai, ganda putra India memiliki performa yang bagus saat ini, namun Susy percaya, ganda putra Indonesia mampu mengatasi mereka. Apalagi, ketiga ganda putra yang diturunkan Indonesia merupakan senjata andalan Merah Putih di berbagai ajang.

“Ganda putra India memang bagus ya, namun kami percaya ganda putra kami masih bisa mengatasi, asalkan jangan lengah, jangan kasih kesempatan kepada lawan untuk berkembang,” tuturnya. Terkait tunggal putra India, Susy mengatakan bahwa mereka menilai bahwa mereka memiliki kekuatan yang merata.

Untuk diketahui, Kejuaraan Badminton Asia Team Championships berada di bawah naungan Badminton Asia Confederatio, di mana ajang ini menjadi ajang kualifikasi wilayah Asia untuk Piala Thomas dan Uber 2020. Piala Thomas dan Uber tahun 2020 sendiri akan digelar di Aarhus, Denmark pada 17-24 Mei 2020 Selain itu, Kejuaraan bulutangkis beregu tingkat Asia ini juga dijadikan sebagai turnamen untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade Tokyo 2020, memdatang. (gie/fin/tgr)

  • Dipublish : 1 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami