Bandar Ditembak Mati, 2 Eks Model Ditangkap

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Tindakan tegas kembali dilakukan polisi dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika. Selain sejumlah barang bukti narkotika, polisi juga mengamankan dua mantan model.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan aparat Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terpaksa memberi tindakan tegas kepada SH, seorang bandar heroin asal Pakistan. Dia ditembak mati karena berupaya melawan petugas saat akan ditangkap.

“Jaringannya lintas negara, jaringan Pakistan-Indonesia yang pelakunya salah satu WNA Pakistan,” katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/12).

Yusri, mengatakan pengungkapan berawal ketika tersangka SH ditangkap di pusat berbelanjaan Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara pada Rabu (11/12). Saat ditangkap, polisi kemudian menggeledah tersangka dan menemukan barang bukti berupa lima kilogram heroin.

“Pada saat ditangkap, kita menemukan barang bukti lima kilogram heroin,” tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengaku masih menyimpan barang haram tersebut di sebuah gudang yang tidak jauh dari TKP.

“Dalam perjalanan menuju gudang penyimpanan heroin, SH secara mendadak berusaha melarikan diri dan merebut senjata polisi,” lanjut Yusri.

Petugas pun mengambil tindakan tegas dan melumpuhkan tersangka SH menggunakan timah panas.

“Saat di perjalanan, yang bersangkutan mencoba merebut senjata anggota. Dengan tindakan terukur sesuai SOP, yang bersangkutan dilumpuhkan dengan tembakan,” ujar Yusri.

Setelah dilumpuhkan petugas langsung melarikan tersangka ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan.

“Pelaku dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia,” tuturnya.

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ahmad Fanani mengatakan heroin yang dimiliki SH diduga akan dipasarkan di kalangan pengguna narkoba kelas menengah ke atas.

“Yang disasar heroin itu kalangan menengah ke atas, ini harganya fantastis sekali. Menengah ke bawah tidak bisa. Rata-rata penggunanya menengah ke atas,” katanya di lokasi yang sama.

Dijelaskan Fanani penemuan heroin ini bukan hal baru tapi memang pasar kalangan menengah atas yang telah lama diincar polisi.

“Ini bukan tren baru, tapi ini pasar menengah ke atas yang bisa kita endus,” sambungnya.

Sementara itu di lokasi yang berbeda dua mantan model Indonesia diamankan aparat Polres Metro Jakarta Barat karena kepemilikan narkoba jenis sabu. DY (39) dan SR (34) diamankan di dua lokasi berbeda.

Kanit 1 Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKP Arif Oktora menjelaskan DY diringkus di sebuah apartemen di Kawasan Tangerang, Banten pada Selasa (10/12). Sehari setelahnya, SR ditangkap di sebuah Perumahan Cibubur, Jawa Barat pada Rabu (11/12) malam.

Arief menerangkan, SR ditangkap saat mengonsumsi sabu di kediamannya. Pihaknya turut menyita satu paket kecil sabu dan alat pengisap sabu.

“Tadi malam kita amankan satu lagi inisial SR (34) dia eks model catwalk, WNI juga, diamankan di salah satu perumahan elit di Cibubur,” katanya.

Arief menjelaskan DY dan SR pernah menggeluti dunia modeling. Namun, DY lebih sering bolak-balik ke Stasiun Malaysia. Sedangkan SR hanya berkarir sebagai model busana.

“Tetapi yang bersangkutan sudah lama enggak aktif lagi sebagai model,” ucap dia.

Kepada polisi, SR mengaku mengonsumsi sabu untuk penambah stamina. Namun, pihaknya masih tak percaya begitu saja.

“Sampai saat ini masih kita dalami keterlibatan SR dan DY,” terang dia.

Sementara DY diduga mendapatkan sabu dari sindikat narkoba jaringan Malaysia. Namun, polisi belum membeberkan berapa banyak sabu yang ditemukan di apartemen DY.

Dari penangkapan DY, polisi menyita kaleng bubuk cokelat suplemen makanan dari Malaysia yang di dalamnya berisi sabu.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendiz mengatakan, DY masih diperiksa intensif. Sejauh ini diketahui bahwa tersangka sering berkunjung ke Malaysia.

“Tersangka masih kita mintai keterangan terkait penyelundupan barang haram tersebut. Kami duga DY berperan sebagai bandar narkoba yang menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Indonesia,” katanya.

Sementara Polrestro Jakarta Timur menangkap pengedar sabu dan ganja yang dikendalikan oleh bandar besar yang mendekam di penjara.

“Pelaku berinisial AFI kita tangkap saat akan transaksi di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (10/12) malam,” kata Kapolrestro Jakarta Timur AKBP Arie Ardian Rishadi.

Saat ditangkap AFI menyembunyikan sabu seberat 1 gram di badannya. Namun, berdasarkan hasil pengembangan, AFI ternyata memiliki ganja seberat 48,3 kilogram di kediamannya di Ciracas, Jakarta Timur.

“Barang bukti yang kita temukan di kediamannya berupa tiga kardus besar berisi 44 bungkus warna hitam ganja seberat 48,3 kilogram dan sepuluh bungkus plastik klip berisi sabu-sabu 5,47 gram,” katanya.

Dari pengakuan AFI, sabu tersebut dikirim dari pelaku berinisial A yang merupakan narapidana yang kini mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Cianjur.

Sedangkan ganja siap edar dipasok oleh seorang narapidana yang kini mendekam di balik jeruji Lapas Sragen, Jawa Tengah.

“Barang bukti ini dikendalikan narapidana di lapas. Kita akan lakukan pengembangan,” katanya.

Peredaran sabu-sabu dan ganja itu dilakukan melalui komunikasi telepon genggam dan melibatkan perusahaan ekspedisi swasta.

“Tersangka akan diberikan keuntungan Rp20 juta dari keuntungan transaksi ganja ini,” katanya.

(gw/fin)

  • Dipublish : 13 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami