Bandara Kalimarau Rugi Ratusan Juta, Ini Penyebabnya

ILUSTRASI. Suasana Bandara Syamsudin Noor saat diselimuti kabut asap, kemarin pagi. Kebakaran lahan semakin meluas dan mengakibatkan kabut asap bertambah. (Sutrisno/Radar Banjarmasin/Jawa Pos Group)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KALIMANTAN TIMUR,- Sudah empat hari aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Kalimantan Timur (Kaltim) lumpuh total akibat kabut asap pekat. Menurut Kepala Seksi Teknik Operasi Bandara Kalimarau Budi Sarwanto, selama tidak beroperasi, Bandara Kalimarau mengalami kerugian Rp 40 juta setiap hari.

Artinya, dalam empat hari, kerugiannya sudah mencapai Rp 160 juta, hanya karena terkena imbas kabut asap. “Itu itungan kasarnya,” katanya dikutip Berau Post (Jawa Pos Group), Selasa (17/9).

Secara rinci, kerugian tersebut bersumber dari airport tax penumpang yang mencapai Rp 57 ribu per penumpang. Menurutnya, rata-rata penumpang di Bandara Kalimarau, mencapai 800 orang per hari. Ditambah pendapatan dari landing fee, dan lainnya.

“Itu komponen pendapatan bandara. Kalau tidak ada penerbangan seperti ini, hilang semua pendapatannya,” ujarnya.

Budi kembali mengatakan, aktivitas penerbangan memang tidak bisa dipaksakan. Karena jarak pandang untuk melakukan penerbangan, minimal 3.500 meter.

Sementara saat ini, jarak pandang akibat kabut asap, sudah mencapai 500 meter saja. “Jelas tidak berani lah,” katanya.

Terpisah, Branch Manager Sriwijaya Air Cabang Berau, Presli Sumantri menuturkan, pihak telah membatalkan tujuh jadwal penerbangan dalam empat hari terakhir.

“Harus mengembalikan uang tiket penumpang sebesar 85 persen,” katanya.

Pengembalian biaya tiket calon penumpang sebesar 85 persen tersebut, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185/2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Terpisah, Airport Manager Wings Air, Ratna menuturkan, pihaknya dalam sehari melayani lima penerbangan. Yakni satu kali dengan rute Berau-Samarinda dan empat kali rute Berau-Balikpapan. Artinya, selama empat hari tidak ada aktivitas penerbangan, maka sudah 20 kali pihaknya membatalkan jadwal penerbangan penumpang.

“Untuk kerugian saya tidak berani berbicara mas,” ucapnya. (jp)

 

Sumber: jawapos.com

  • Dipublish : 18 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami