Bandara Ngurah Rai Lakukan Desinfeksi Antisipasi Virus Korona

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

DENPASAR,– Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, melakukan desinfeksi terhadap bangunan terminal serta fasilitas Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Itu dilakukan sebagai langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus korona.

“Pada prinsipnya, kami beserta seluruh instansi komunitas Bandara Ngurah Rai telah menerapkan upaya ketat dalam memitigasi potensi penyebaran virus korona,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado, di Badung seperti yang dilansir dari Antara pada Selasa malam (3/3).

Pada kegiatan itu, KKP Kelas I Denpasar menerjunkan lima personel yang melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area terminal domestik dan internasional. Desinfeksi dilakukan terhadap bangunan terminal serta fasilitas Bandara Ngurah Rai yang dinilai sering bersentuhan langsung dengan pengguna jasa bandar udara.

Herry Sikado mengatakan, setelah adanya pasien positif terjangkit virus korona di Jakarta, pihaknya langsung melakukan eskalasi upaya dalam hal pencegahan penyebaran virus itu salah satunya dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Menurut Herry, hal tersebut juga dinilai cukup menantang karena dilakukan bersamaan dengan operasional bandara. Namun, proses desinfeksi itu tidak mempengaruhi pelayanan terhadap pengguna jasa bandara. “Hal ini juga merupakan tindakan preventif. Ada maupun tidak ada, kami wajib melaksanakan proses desinfeksi untuk membersihkan fasilitas di terminal. Terutama yang sering disentuh pengguna jasa,” kata Herry.

Sejumlah fasilitas terminal yang disemprot cairan disinfektan itu diantaranya adalah, tray atau wadah bagasi penumpang di mesin pemindai bagasi di Screening Check Point (SCP), meja konter lapor diri, troli bagasi, pegangan eskalator, dan tombol elevator. Selain itu, bangku dan tempat duduk penumpang di boarding lounge dan boarding gate, tombol flush di toilet, switch dan keran wastafel, fasilitas penanganan bagasi, area bermain anak-anak, fasilitas internet corner, ruangan musholla, keran air minum, serta tempat sampah.

“Pengguna jasa bandar udara sangat sering bersentuhan tangan secara langsung dengan fasilitas-fasilitas tersebut. Untuk itu, kami bersihkan dengan mekanisme desinfeksi ini untuk mengurangi risiko serta potensi penularan COVID-19 di bandara,” jalas Herry.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas I Denpasar Lucky M. Tjahjono menjelaskan, desinfeksi itu juga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan. Kegiatan serupa juga akan dilakukan di pintu masuk Pulau Dewata lain, yaitu di Pelabuhan Benoa. Pihaknya telah melakukan berbagai upaya pengawasan lain untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. “Semua upaya telah kami lakukan, dari Health Alert Card, pemindaian suhu tubuh menggunakan thermal scanner dan sekarang faktor lingkungannya kami intervensi,” kata Lucky. (jp/jm)

  • Dipublish : 4 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami