Bandel Melanggar, Anies Langsung Segel dan Denda Maksimal Restoran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menggelar razia penerapan protokol kesehatan (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menggelar razia penerapan protokol kesehatan (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Jayakarta Mayjen TNI Mulyo Aji dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menggelar razia penerapan protokol kesehatan. Hasilnya masih ditemukan restoran yang melanggar ketentuan.

Inspeksi pertama menyasar sebuah restoran di Senopati, Jakarta Selatan, Jumat (18/6) malam. Secara tegas, Pemprov DKI Jakarta langsung menyegel lokasi tersebut sementara waktu. Pasalnya restoran melanggar ketentuan 50 persen batas maksimal pengunjung.

Setelah itu, inspeksi menuju Kemang, Jakarta Selatan. Di sana Anies dan rombongan memberikan edukasi-edukasi agar warga disiplin protokol kesehatan.

“Malam hari ini kami di jajaran Forkopimda melakukan pemeriksaan atas kegiatan restoran, rumah makan, kafe yang ada di Jakarta. Ini berlangsung di seluruh wilayah Jakarta,” kata Anies Baswedan di Kemang, Jumat (18/6) malam.

Baca Juga: Pemkot Makassar Tingkatkan Kewaspadaan Masuknya Varian Baru Covid-19

Anies menuturkan, Pemprov DKI Jakarta bersikap tegas kepada siapapun yang melanggar. Hal itu demi keselamatan warga dari bayaha paparan Covid-19.

“Saya bersama Pak Kapolda dan Pangdam memeriksa langsung, kita masih menemukan praktik tidak bertanggung jawab dari pengelola dimana kapasitas tempat yang maksimal 50 persen terlampau,” tegas Anies.

Baca Juga: Indonesia Darurat Covid-19, WHO Peringatkan Pemerintah Terapkan PSBB

Anies turut menyesalkan keabaian pengelola restoran yang masih melanggar kebijakan pemerintah. Padahal saat ini laju kasus aktif Covid-19 sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.

Atas dasar itu, Pemprov DKI Jakarta tak segan memberikan sanksi tegas penyegelan dan denda uang maksimal Rp 50 juta. “Kami menemukan tadi beberapa yang langsung kemudian ditutup, didenda bahkan ada yang sampai Rp 50 juta,” tandas Anies. (jpc/jm)

  • Dipublish : 19 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami