Bangkitkan Pariwisata Sulsel Ditengah Serangan omicron, Ini Strateginya

Sekretaris Dinas Pariwisata Sulsel, Devo Khadafi (erbas/  Jaringan Media)
Sekretaris Dinas Pariwisata Sulsel, Devo Khadafi (erbas/ Jaringan Media)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Dinas Pariwisata Sulsel pada tahun ini fokus mengejar wisatawan domestik. Sekretaris Dinas Pariwisata Sulsel, Devo Khadafi, mengungkapkan, pihaknya telah merancang lima program sinergi untuk kebangkitan pariwisata Sulsel.

Program sinergi pertama, kata Devo, membangun promosi pariwisata berbasis digital. Bekerjasama dengan perbankan, hingga Angkasa Pura.

“Kita akan tandatangani kerjasama dengan Angkasa Pura untuk pemanfaatan area bandara, di kedatangan maupun keberangkatan, untuk menjadi pusat informasi pariwisata. Kami juga akan maksimalkan kerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah,” ujarnya, Rabu, 26 Januari 2022.

Dispar Sulsel juga akan bersinergi dengan stakeholder pariwisata untuk mengembangkan kepariwisataan berbasis desa wisata. Menurut Devo, objek wisata sebaiknya bukan hanya fokus pada pembenahan objek saja, tapi juga infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakatnya.

“Jadi, semua satu kesatuan untuk membangun objek wisata, dengan meningkatkan pendapatan masyarakatnya,” jelas Devo.

Selanjutnya, bersinergi untuk mengembangkan new episentrum pariwisata di Sulsel. Saat ini, Sulsel sudah memiliki tujuh destinasi eksisting, diantaranya Toraja, Makassar, Gowa, Maros, Kepulauan Selayar, dan Bulukumba.

“Kita akan buat episentrum baru, khususnya yang terkait dengan atraksi. New episentrum ini misalnya, Jeneponto dengan memanfataan sport tourisme, salah satunya, sky surving. Di dunia, hanya ada sepuluh,” ungkapnya.

“Di Jeneponto, pantainya nomor dua terbagus di bawah Brazil. Kita akan dorong supaya ada event di sana, ada atraksi. Apalagi, Jeneponto jaraknya dekat dari Makassar,” sambungnya lagi.

Program sinergi keempat, adalah mengembangkan sentra ekonomi kreatif di daerah. Sinergi kelima adalah untuk kebudayaan melalui event kekinian berkelanjutan. Benteng Somba Opu, Fort Rotterdam, harus dijaga kelestariannya melalui event kekinian untuk menarik orang datang.

“Gedung Mulo ini misalnya, dibangun tahun 1920. Jadi, bukan sekedar Kantor Dinas Pariwisata. Di awal Bulan Februari, kita akan buat Mulo Fest. Pengenalan Gedung Mulo sebagai heritage,” bebernya.

Devo menambahkan, pihaknya juga akan berupaya menghidupkan kembali Benteng Somba Opu, melalui pelaksanaan Cultural Festival. Setidaknya, ada sembilan hingga dua belas event yang akan dilaksanakan untuk menghidupkan kembali Benteng Somba Opu.

“Hal ini sejalan dengan instruksi Pak Gubernur, agar sektor pariwisata didorong untuk mempercepat recovery ekonomi Sulsel,” imbuhnya. (erbas/jm)

  • Dipublish : 26 Januari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami