Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Jember

Petugas BPBD Kabupaten Jember memantau SMP Negeri 5 Silo yang terdampak banjir bandang hingga menyebabkan kerusakan bangunan di tiga ruang kelas pada Selasa (20/10) dini hari. (BPBD Jember/Antara)
Petugas BPBD Kabupaten Jember memantau SMP Negeri 5 Silo yang terdampak banjir bandang hingga menyebabkan kerusakan bangunan di tiga ruang kelas pada Selasa (20/10) dini hari. (BPBD Jember/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id–Banjir bandang dan tanah longsor menerjang Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena intensitas hujan yang cukup deras selama beberapa jam di wilayah setempat pada Senin (19/10) sore hingga malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

”Tanah longsor dan banjir bandang terjadi di jalur Gumitir dan Desa Jatimulyo, Kecamatan Silo. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian bencana alam itu,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Heru Widagdo seperti dilansir dari Antara di Jember, Selasa (20/10).

Menurut dia, tanah longsor terjadi di jalur Gumitir di KM 34-38, kemudian banjir bandang dan tanah longsor juga terjadi di Dusun Kampung Anyar, Desa Jatimulyo, Kecamatan Silo. Sepanjang jalur Gumitir di Km 34-38 yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Banyuwangi terjadi 14 titik longsor. Tiga titik di anaranya mempunyai dampak potensi longsor susulan.

”Banjir bandang yang membawa material lumpur menghantam bagian belakang SMP Negeri 5 Silo, sehingga mengakibatkan ruang kelas 1, 2, dan 3 mengalami kerusakan sedang,” terang Heru Widagdo.

Selain itu, lanjut dia, alat pembelajaran sebagian hanyut terbawa banjir dan ruang pembelajaran tergenang lumpur sedalam sekitar 20 cm. ”Tanah longsor juga menyebabkan jalan di Desa Jatimulyo terendam lumpur setinggi 25 cm, sehingga petugas membersihkan akses jalur tersebut, agar bisa dilalui warga setempat,” ujar Heru Widagdo.

Dia menjelaskan, BPBD Jember segera melakukan penanganan di lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor karena dikhawatirkan terjadi banjir susulan yang akan membahayakan masyarakat. Pihaknya juga melakukan kegiatan pencegahan dan melakukan pembuatan jalur evakuasi.

”Kami juga akan melanjutkan pelaporan ke dinas terkait, mengirim Tim Jitupasna, melakukan pembersihan sisa material di SMP Negeri 5 Silo dan membersihkan jalan yang terpendam lumpur,” kata Heru Widagdo. (jp)

  • Dipublish : 20 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami