Banjir Bandang Masamba, Mensos Pastikan Kebutuhan Korban Terpenuhi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) memberika bantuan sosial kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Bantuan itu berupa kebutuhan bahan pokok untuk para pengungsi.

“Kebutuhan pengungsi yang paling mendasar saat ini adalah makanan dan air bersih,” kata Juliari dalam keterangannya, Jumat (17/7).

Politikus PDI Perjuangan ini menuturkan, pihaknya pun turut membuat dapur umum untuk para korban bencana banjir. Menurutnya, para personil Taruna Siaga Bencana (TAGANA) telah diturunkan untuk membantu memasak makanan kepada para pengungsi.

“Saya perintahkan TAGANA memasak secara maksimal. Dapur umum yang saya tinjau ini dipastikan terus melayani suplay makanan,” ucap Juliari.

Juliari berujar, bantuan yang diberikan Kemensos untuk para korban bencana banjir bandang mencapai Rp 2 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari bantuan logistik, peralatan kebersihan dan santunan korban meninggal dunia.

“Kita pastikan semua korban meninggal dunia dapat santunan. Hingga saat ini telah diberikan santunan kepada 23 ahli waris. Ini bisa kita tambah,” imbuhnya.

Selain memberikan bantuan berupa materiil, lanjut Juliari, pihaknya juga turut menerjunkan tim layanan dukungan psikososial (LDP) untuk memulihkan trauma pengungsi terutama anak-anak.
Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi anak-anak yang mengungsi, agar tidak terguncang jiwanya atau mengalami stres.

Bahkan, pemulihan secara psikososial ini sudah dilakukan sejak hari pertama bencana banjir terjadi. Dia menyebut, dukunhan psikososial merupakan hal terpenting.

“Jadi dukungan psikososial itu adalah kontak awal. Nah, bantuan psikososial dari sejak kejadian sudah datang. Kehadiran kita sebenarnya sudah memberikan penguatan,” tukas Juliari.

Untuk diketahui, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, jumlah korban meninggal dunia yang telah diketemukan dan teridentifikasi sebanyak 32 orang. Sedangkan sebanyak 16 orang masih dalam pencairan.

Sementara itu, jumlah penduduk yang berada di pengungsian hingga saat ini sudah mencapai 14.483 jiwa. Jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Masamba 7.748 jiwa, Baebunta 5.808 jiwa dan Sabbang 927 jiwa.(jpc)

  • Dipublish : 18 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami