Banjir dan Longsor NTT-NTB, Presiden Minta Layanan Kesehatan Diperbanyak

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi Covid/19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Presiden Jokowi menyaksikan langsung vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan DKI Jakarta di Istora Senayan, Jakarta. Vaksinasi kali ini difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi Covid/19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Presiden Jokowi menyaksikan langsung vaksinasi tahap pertama tenaga kesehatan DKI Jakarta di Istora Senayan, Jakarta. Vaksinasi kali ini difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Bencana banjir bandang dan longsor terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Bencana alam ini terjadi akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan Meteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk membuka pelayanan kesehatan dan mempersiapkan rumah sakit di wilayah yang terdampak bencana alam tersebut. “Saya minta Menteri Kesehatan memperbanyak tempat-tempat pelayanan kesehatan di lapangan, juga mempersiapkan rumah sakit untuk menangani para korban,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/4).

Jokowi menuturkan, selain mempersiapkan pelayanan kesehatan, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga perlu memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan bagi para korban bencana di NTT dan NTB. “Serta memastikan ketersediaan tenaga medis dan obat-obat,” katanya.

Jokowi menambahkan, pelayanan kesehatan tersebut saat ini sangat dibutuhkan oleh para korban bencana di NTB dan NTT. Sehingga dia meminta hal ini menjadi prioritas Menkes Budi Gunadi Sadikin.

“Pastikan hadirnya pelayanan kesehatan dan penanganan korban yang memerlukan pertolongan medis, Pak Menteri Kesehatan, tim bantuan perlu secepatnya tiba di lokasi,” katanya.

Diketahui, pada Selasa (6/4) sebanyak 8.424 warga NTT mengungsi akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja. Pengungsian terbesar teridentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa atau 1.803 KK.

Kemudian di Lembata 958 jiwa, Rote Ndao 672 jiwa atau 153 KK, Sumba Barat 284 jiwa atau 63 KK dan Flores Timur 256 jiwa. Selain pengungsi, BNPB juga menyebut sebanyak 72 orang hilang dampak siklon tropis Seroja di NTT. Dengan rincian, 28 orang hilang di Kabupaten Alor, 23 orang hilang di Flores Timur dan 21 orang hilang di Lembata.

Sementara itu, 1.962 rumah terdampak, 119 rumah rusak berat (RB), 118 rumah rusak sedang (RS) dan 34 rumah rusak ringan (RR). (jawapos)

  • Dipublish : 6 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami