Banjir Jakarta, BMKG: Hujan Ekstrem Terjadi Pada Senin Tadi Malam

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Badan Meteorlogi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, DKI Jakarta mengalami hujan dengan intensitas ekstrem atau di atas 150 mm per hari pada Senin (24/2) hingga Selasa (25/2) pagi. Peristiwa alam ini menyebabkan sejumlah wilayah ibu kota mengalami banjir. Curah hujan tertinggi mencapai 278 mm di stasiun meteorologi Kemayoran.

“Hujan intensitas ekstrem tercatat di Pintu Air Pulo Gadung 260 mm, Pulomas 245 mm, Manggarai 209 mm, Halim Perdanakusuma 205 mm, Sunter Timur I Kodamar 165 mm dan Setiabudi Timur 150 mm,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/2).

BMKG juga mencatat curah hujan lebat dengan intensitas antara 100-150 mm per hari terjadi di waktu yang sama di sejumlah wilayah seperti Pasar Minggu dan Waduk Melati 144 mm, Arg Tomang 141 mm, Kedoya 120,6 mm, Stasiun Meteorologi Curug 119 mm.

Dalam perhitungan ini, satu milimeter hujan berarti air turun di wilayah seluas satu meter persegi akan memiliki ketinggian satu milimeter jika air tidak meresap, mengalir, atau menguap. Angka 0 mm per hari mengindikasikan cuaca berawan; 0.5–20 mm hujan ringan; 20–50 mm hujan sedang; 50–100 mm hujan lebat; 100–150 mm hujan sangat lebat; dan 150 mm lebih hujan ekstrem.

“Kondisi cuaca ini disebabkan aliran massa udara yang bertiup di atas wilayah Indonesia banyak mengandung uap air,” ucap Fachri.

Untuk diketahui, akibat hujan yang mengguyur wilayah Jakarta, sejumlah wilayah di ibu kota dan sekitarnya mengalami banjir dan jalan tergenang sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. (jp/jm)

  • Dipublish : 25 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami