Bantuan Luar Negeri Tembus Rp1,2 Triliun

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Total bantuan yang diterima Indonesia dari 104 negara dan organisasi internasional untuk menanggulangi Covid-19 menembus 84,8 juta dolar AS  atau sekitar Rp1,2 triliun. Bantuan tersebut tidak diserahkan dalam bentuk uang, melainkan lewat obat-obatan, alat perlindungan diri, dan program mitigasi yang diberikan ke rumah sakit di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Kementerian Luar Negeri RI Kamapradipta Isnomo saat sesi seminar yang diadakan secara virtual menjelaskan dari 104 dukungan internasional itu, Uni Eropa, Jepang, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) jadi tiga pendonor utama.

”Tiga pemberi dukungan terbesar, Uni Eropa dengan nilai bantuan 21,3 juta dolar AS (sekitar Rp317,4 miliar) dalam bentuk obat-obatan dan alat proteksi diri,” terang Kamapradipta.

Sementara itu, Jepang menyalurkan bantuan senilai 10,5 juta dolar AS (sekitar Rp156,48 miliar) dan ADB menyerahkan bantuan senilai 4,5 juta dolar AS (sekitar Rp67,03 miliar).

Di samping itu, Indonesia juga menerima bantuan obat-obatan, perlengkapan medis, dan alat proteksi diri dari 10 negara, antara lain, Cina, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Uni Emirat Arab (UAE), dan Swiss.

”Dari 104 dukungan internasional itu, ini terdiri dari 10 dukungan pemerintah (asing, red), 84 dukungan non-pemerintah, dan 10 dukungan dari organisasi atau entitas internasional,” sebut Kamapradipta.

Ditambahkannya Indonesia telah menyampaikan kebutuhan tujuh alat kesehatan ke negara-negara sahabat. ”Untuk satuan tugas covid-19 nasional, kita sudah menetapkan tujuh alat kesehatan yang sudah disampaikan ke negara sahabat, (harapannya, red) kita menerima bantuan atau yang terpenting ada joint production (produksi alat bersama, red) dan joint research (riset gabungan, red),” paparnya.

Menurut Kamapradipta selain bantuan, Indonesia mengharapkan adanya kerja sama internasional untuk memproduksi vaksin, alat kesehatan, dan obat-obatan untuk menanggulangi Covid-19.

Untuk diketahui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru (SARS-CoV-2), sebagai pandemi pada Maret 2020. Penyakit itu pertama kali mewabah di Kota Wuhan, China pada akhir tahun lalu, dan saat ini telah menyebar ke 216 negara serta wilayah.

WHO mencatat per Jumat (15/5), 4.307.287 orang telah tertular Covid-19 dan 295.101 di antaranya meninggal dunia. Sementara itu di Indonesia, per hari ini, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 16.496 jiwa. Dari angka itu, 3.803 pasien telah dinyatakan sembuh, tetapi 1.076 lainnya meninggal dunia.

Pemerintah Indonesia mendorong adanya akses berbagi vaksin dan informasi mengenai Covid-19 lewat sejumlah forum kerja sama multilateral dalam beberapa bulan terakhir, mengingat penyakit itu telah jadi pandemi yang menyerang hampir seluruh negara dunia.

”Indonesia selalu mendukung tata kelola sharing of information on viruses and access to vaccines (akses berbagi informasi mengenai virus dan akses vaksin, red), sehingga vaksin dapat dimanfaatkan oleh siapapun,” kata dia.

Sementara itu, pada forum kerja sama Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), Indonesia menggagas perlunya memanfaatkan fasilitas produksi dan pengembangan vaksin serta bioteknologi atau Center of Excellence (CoE) for Vaccine and Biotech Production.

Sementara itu, di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia bersama Ghana, Liechtenstein, Singapura, dan Swiss menggagas resolusi berjudul “Solidaritas Global untuk Memerangi Covid-19” pada sidang Majelis Umum PBB pada tahun ini. Resolusi itu telah disahkan secara aklamasi oleh Majelis Umum PBB dan didukung oleh 188 negara.

WHO secara resmi menetapkan Covid-19, sebagai pandemi pada Maret 2020. Penyakit itu pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Cina, pada akhir tahun lalu dan saat ini telah menyebar ke 216 negara dan wilayah dunia.

Data terbaru WHO menunjukkan per Jumat (15/5) jumlah pasien positif Covid-19 dunia sebanyak 4.307.287 orang. Dari angka itu, 295.101 di antaranya telah meninggal dunia. Sejauh ini, belum ada vaksin Covid-19 yang tersedia, tetapi peneliti di beberapa negara, khususnya Amerika Serikat dan Cina, telah mengembangkan vaksin untuk penyakit itu dan mulai melakukan uji coba ke manusia. (fin/ful)

  • Dipublish : 18 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami