Banyak Zona Merah, Arus Balik Wilayah Sumatera Dapat Perhatian Khusus

ILUSTRASI: Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau penyekatan mudik di Gerbang Tol Cikupa, Selasa (12/5). (Istimewa)
ILUSTRASI: Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau penyekatan mudik di Gerbang Tol Cikupa, Selasa (12/5). (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Pasca berakhirnya masa peniadaan mudik lebaran pada 17 Mei lalu, pemerintah masih terus lanjut berupaya mengantisipasi terjadinya gelombang arus balik dari para pemudik nekat. Salah satunya arus balik dari Pulau Sumatera menuju DKI Jakarta dan sekitarnya.

Pulau Sumatera dinilai perlu mendapat perhatian lebih karena menurut data Satgas Covid-19, hampir seluruh wilayah di Pulau Sumatera masuk ke dalam zona merah dan oranye Covid-19. Zona merah artinya berisiko tinggi menularkan virus Covid-19, sementara zona oranye berisiko sedang.

Untuk itu, dilakukan rapat koordinasi (rakor) untuk antisipasi arus balik dari Pulau Sumatera bersama para Kapolda, TNI, beserta Menteri Perhubungan, Menteri Kesehatan, dan Kepala BNPB. Pemimpin rakor adalah Menteri Koordninator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Muhadjir pun menyampaikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Di antaranya, terkait kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kepulauan Riau (Kepri), yakni sebanyak 170 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Untuk Kepri ini perlu dilakukan tindak lanjut karena PMI yang datang kebanyakan memang dari Malaysia dan di sana (Malaysia) banyak ditemukan varian baru. Jadi saya minta kita harus lakukan genome sequencing supaya kita tahu apakah yang di Kepri itu varian baru atau bukan,” tutur Menko PMK dalam keterangannya, Rabu (19/5).

Faktanya, hal serupa juga terjadi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan laporan Kapolda setempat, ditemukan 33 PMI terkonfirmasi positif Covid-19 meski sebelumnya PMI tersebut sudah mengantongi surat keterangan bebas Covid-19 dari Negeri Jiran, namun usai dilakukan isolasi dan pemeriksaan ulang di Tanah Air diketahui terkonfirmasi positif.

“Inilah pentingnya dilakukan genome sequencing. Mereka yang dari luar negeri harus kita antisipasi karena fokus kita ke pencegahan varian baru seperti ada dari Afrika, Inggris, ataupun India,” ungkap Muhadjir. (jpg/jm)

  • Dipublish : 19 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami