Bareskrim Diminta Turun Tangan Usut Kasus Penyelundupan di Garuda

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA,- Kasus penyelundupan komponen motor Harley Davidson yang menyeret mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, harus segera ditangani polisi. Harusnya Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri yang turun tangan.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Saputra Hasibuan, menyarankan agar penyelidikan dugaan penyelundupan komponen motor Harley Davidson ditangani polisi. Lebih baik lagi jika Bareskrim yang mengusutnya.

“Polda Metro Jaya bisa, Bareskrim juga bisa. Namun, kalau melihat kasusnya yang begitu besar, saya mengharapkan Bareskrim saja,” katanya.

Menurutnya, Bareskrim harus segera berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan untuk pengembangan penyelidikan kasus itu. Dalam kasus seperti itu, biasanya memang ditangani Bea dan Cukai terlebih dulu dari aspek administrasinya, setelah itu aspek pidananya polisi.

“Saya kira sudah waktunya Bareskrim Polri mengambil langkah penyelidikan. Setelah terang kasusnya seperti apa, ada tindak pidana di dalamnya, baru meningkat menjadi penyidikan,” kata dia.

Pengajar Universitas Bhayangkara Jakarta itu mengingatkan perlunya Bareskrim menangani kasus itu adalah untuk memudahkan koordinasi dalam penyelidikan.

“Ini kan menyangkut kelas kakap. Mungkin perlu koordinasi soal barang, kan dari luar negeri juga. Siapa-siapa yang terlibat di situ. Saya kira lebih tepat Bareskrim Polri yang tangani,” katanya.

Sebelumnya, Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Menteri BUMN Erick Thohir memidanakan Ari Askhara.

“Saya minta kepada saudara Erick Thohir, disamping melakukan pemecatan juga memproses kasus ini ke meja hijau,” kata Bamsoet di GOR Jakarta Utara, Sabtu (7/12).

Dijelaskannya, perilaku dan tindakan Ari Akshara tidak cukup dengan pemecatan, tetapi harus dituntaskan pidananya.

“Karena penyeludupan itu adalah pidana dan unsur itu tidak boleh dilepas,” kata Bamsoet.(fin)

  • Dipublish : 9 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami