Basarnas Evakuasi 30 Mahasiswa Terjebak di Gunung Konawe

Tim Basarnas berupaya mengevakuasi 30 mahasiswa terjebak di Gunung Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, usai mengibarkan bendera merah putih. (Humas Basarnas Kendari/Antara)
Tim Basarnas berupaya mengevakuasi 30 mahasiswa terjebak di Gunung Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, usai mengibarkan bendera merah putih. (Humas Basarnas Kendari/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id –Tim gabungan Basarnas Kendari berencana mengevakuasi sekitar 30 mahasiswa pecinta alam pada Rabu (18/8). Para pecinta alam itu terjebak usai melakukan pengibaran merah putih di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKP) Kendari telah berada di kediaman Camat Amonggedo. Tim berkoordinasi dengan unsur yang terlibat melakukan penilaian jalur evakuasi.

”Setelah melakukan assessment lokasi sampai pukul 00.06 wita, tim memutuskan penjemputan akan dilaksanakan pada pukul 06.00 wita. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai,” kata Aris seperti dilansir dari Antara, Rabu (18/8).

Basarnas menyampaikan, penjemputan para korban akan dibagi ke dalam 3 tim. Tim 1 berjumlah 20 orang, tim 2 berjumlah 10 orang, dan tim 3 berjumlah 10 orang. Upaya evakuasi para korban akan melibatkan unsur tim penyelamat KPP Kendari, Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara, dan masyarakat setempat.

”Tim SAR gabungan berposko di bendungan daerah itu,” terang Aris.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, saat hendak balik usai melakukan pengibaran merah putih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Para korban dilaporkan berada di lokasi itu sejak 16 Agustus untuk melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus. Namun, setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras.

”Perjalanan menuju lokasi para mahasiswa pencinta alam itu harus melewati 3 sungai,” tutur Aris.

Basarnas Kendari yang menerima laporan itu pada pukul 20.00 wita dari staf BPBD setempat bernama Abel segera memberangkatkan tim penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR. (jpc/jm)

  • Dipublish : 18 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami