Bawaslu: Ribuan Kegiatan Kampanye Pilkada Langgar Protokol Kesehatan

Ilustrasi logo Bawaslu (Dok/JawaPos.com)
Ilustrasi logo Bawaslu (Dok/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu menindak sedikitnya 398 kegiatan tatap muka atau pertemuan terbatas yang melanggar protokol  kesehatan Covid-19 selama 10 hari kelima  kampanye.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan tindakan itu terdiri dari 381 penerbitan surat peringatan dan 17 pembubaran kegiatan kampanye.

’’Dengan demikian selama 50 hari tahapan kampanye Bawaslu menertibkan 1.1448 kegiatan kampanye tatap muka yang melanggar protokol kesehatan (prokes),’’ ujar Afif kepada wartawan, Selasa (17/11).

Afif menuturkan, pelanggaran prokes tersebut di antaranya kerumunan orang tanpa jaga jarak, orang tidak menggunakan masker maupun tidan tersedianya penyatitasi tangan. ’’Pembubaran itu dilakukan oleh Satpol PP maupun kepolisian berdasarkan rekomendasi Bawaslu. Pembubaran dilakukan jika peringatan atas pelanggaran kesehatan tidak dihiraukan,’’ katanya.

Afif menuturkan, beberapa langkah pembubaran kampanye berujung pada kekerasan terhadap pengawas pemilu yang melakukan pembubaran. Misalnya seperti kekerasan verbal yang diterima Panitia Pengawas Kecamatann di Kabupaten Banyuwangi.

’’Bawaslu mencatat, setidaknya 31 orang pengawas pemilu di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada mendapat kekerasan saat menjalankan tugas,’’ ungkapnya. Dia menambahkan, tidak semua tindakan kekerasan itu dipicu oleh upaya pembubaran kampanye.

Kekerasan tersebut berupa intimidasi atau kekerasan verbal yang dialami 19 orang pengawas pemilu dan kekerasan fisik yang dialami 12 orang pengawas.  ’’Kekerasan dialami oleh pengawas pemilu di daerah hingga tingkat kelurahan atau desa,’’ ungkap dia. (*/jp)

  • Dipublish : 18 November 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami