Bea Cukai Musnahkan Rokok hingga Minol Ilegal Senilai Rp15,6 Miliar

Pemusnahan barang ilegal hasil tegahan Bea Cukai periode 2018-2021, senilai Rp15,6 miliar yang merugikan keuangan negara hingga Rp6,65 ,iliar (Sigit Nugroho/FIN)
Pemusnahan barang ilegal hasil tegahan Bea Cukai periode 2018-2021, senilai Rp15,6 miliar yang merugikan keuangan negara hingga Rp6,65 ,iliar (Sigit Nugroho/FIN)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, CIKARANG – Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memusnahkan barang ilegal senilai Rp15,6 miliar, hasil penindakan selama periode 2018 – 2021. Barang-barang ilegal yang dimusnahkan meliputi rokok ilegal, minuman beralkohol (Minol) ilegal, hingga pita cukai palsu yang merugikan keuangan negara hingga Rp 6.652 miliar.

Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani mengatakan, penindakan ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal dan menciptakan perekonomian adil dan sehat bagi para pelaku usaha dalam negeri.

“Penindakan ini ada dua kalau kita lihat, untuk barang ilegal ada etil alkohol,kemudian rokok dan lain-lain yang tentunya itu mengganggu ekonomi kita. Sebab barang-barang ilegal ini merusak sistem ekonomi kita dan competitiveness ekonomi kita. Disisi lain kita juga melakukan tegahan termasuk narkotika, itu merusak SDM (Sumber Daya Manusia) kita. Jadi ada dua hal,” ujar Askolani usai secara simbolis melakukan pemusnahan barang bukti di Tempat Penimbunan Pabeanan di CIkarang, Kabupaten Bekasi, Rabu (22/12/2021).

Pemusnahan barang-barang ilegal ini, kata Askolani juga untuk mencegah penyalahgunaan oleh oknum-oknum tertentu.

Barang ilegal hasil tegahan Bea Cukai periode 2018-2021 (Sigit Nugroho/FIN)
Barang ilegal hasil tegahan Bea Cukai periode 2018-2021 (Sigit Nugroho/FIN)

“Kita tidak mau barang-barang ilegal ini menyebabkan dampak kepada penurunan kegiatan ekonomi yang legal. Inilah yang kami lakukan dengan sangat tegas,” katanya.

Pemusnahan bersama ini terselenggara karena adanya kerja sama antara Direktorat Penindakan dan Penyidikan, Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat, dan Kejaksaan Negeri Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Adapun barang-barang yang akan dimusnahkan meliputi 2.626.375 batang rokok ilegal, 33.810 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) impor ilegal, 910 bale pakaian bekas, 805 pcs celana pria bekas, 553 box hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) ilegal, 262 lembar pita cukai palsu, dan 141 roll tekstil.

Dari jumlah barang tersebut, sebanyak 20.227 botol minuman beralkohol impor dan 450.000 batang rokok jenis sigaret putih mesin (SPM) ilegal dari China merupakan barang yang diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Tigaraksa Kabupaten Tangerang sebagai barang bukti tersangka RBS dan saat ini telah mendapat keputusan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Reda Mantovani dalam kesempatan yang sama mengatakan, pemusnahan barang-barang ilegal seperti ini merupakan wujud nyata sinergitas antara aparat penegak hukum, yaitu DJBC, Kejaksaan, Kepolisian dan TNI.

“Diharapkan ini menjadi peringatan bagi para pelaku kejahatan tersebut untuk jangan mengulangi lagi. Apa susahnya untuk pakai pita cukai yang asli, karena itu untuk pendapatan negara juga,” tegasnya.

Pemusnahan barang-barang ini membuktikan bahwa Bea Cukai melaksanakan fungsi sebagai Industrial Assistance dan Community Protector, yaitu melindungi dunia usaha dalam negeri dari masuknya barang-barang secara ilegal yang dapat mempengaruhi harga barang dan persaingan tidak sehat serta melindungi masyarakat dari barang-barang yang berbahaya untuk dikonsumsi.

Upaya penegakan hukum yang secara kontinu dilakukan Bea Cukai juga merupakan upaya untuk mengamankan hak-hak penerimaan negara. Bea dan Cukai akan terus meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menekan peredaran barang-barang ilegal, khususnya barang kena cukai melalui koordinasi dan kerjasama penindakan di lapangan, dengan salah satunya memanfaatkan alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). (fin/jm)

  • Dipublish : 22 Desember 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami