Beasiswa Bagi Peneliti Bakal Ditingkatkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) mengatakan, bahwa peneliti di Indonesia masih didominasi dengan kualifikasi di bawah pendidkan S3. Jumlah peneliti yang sudah berkualifikasi doktor atau S3 tercaat, hanya sekitar 15 persen, baik dari perguruan tinggi maupun peneliti kementerian dan lembaga.

Berdasarkan data yang ada, peneliti di Indonesia saat ini paling banyak disumbang dari perguruan tinggi. Terutama dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dan Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menanggapi kurangnya peneliti yang merupakan lulusan jenjang S3. Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Naim mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah peneliti dengan pendidikan S3 adalah meningkatkan program-program beasiswa.

“Kita ada beberapa program yang sudah jalan ini bisa kita lanjutkan kan, misalnya program sarjana menuju doktor itu bisa kita tingkatkan,” kata Ainun, Selasa (17/12).

Selain itu, Ainun juga mengatakan, Kemendikbud memiliki kerja sama dengan perguruan tinggi di dunia terkait dengan peningkatan kualifikasi dosen.

“Nantinya mereka punya kualifikasi S3 ataupun juga punya produktivitas yang lebih tinggi menghasilkan riset-riset atau pengembangan IPTEK serta inovasi,” ujarnya.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku risau dengan kondisi saat ini, dimana peneliti di Indonesia masih didominasi peneliti dengan kualifikasi di bawah S3.

Untuk itu, Bambang menekankan agar peneliti di Indonesia baik di perguruan tinggi maupun di institusi penelitian lainnya untuk terus meningkatkan kompetensinya, salah satunya dengan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

“Dari jumlah 15 persen peneliti S3 ini masih kurang dan harus diperbanyak. Pemerintah telah menyiapkan berbagai skema beasiswa,” kata Bambang.

Bambang berharap, peneliti baik dari perguruan tinggi maupun dari lembaga dan kementerian dapat bersinergi untuk menghasilkan inovasi. Perguruan tinggi, kata dia, diharapkan bisa menghasilkan sumber daya peneliti unggul yang mampu menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing.

“Perguruan tinggi memiliki peran dalam pengembangan iptek dan inovasi era industri 4.0 untuk membangun SDM yang berkualitas. Selain itu perguruan tinggi juga berperan menjadi produsen invensi dan inovasi untuk daya saing dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

(der/fin)

  • Dipublish : 18 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami