Begini Detik-detik PDP Meninggal yang Berujung Ricuh

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGANMEDIA.CO.ID, MAKASSAR — Suasana RS Stella Maris, Kota Makassar sempat heboh. Keluarga jenazah PDP yang meninggal sempat terlibat adu mulut dengan petugas TNI, Sabtu (4/4/2020) pagi tadi.

Pihak keluarga jenazah menganggap, pasien tersebut meninggal bukan diakibatkan oleh virus corona. Melainkan sakit yang sudah lama diderita sejak dua tahun terakhir.

Hal itu membuat pihak keluarga pasien tersebut sangat yakin, keluarganya yang meninggal di usia 63 tahun itu karena penyakit gula yang diderita.

Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, dr Wahyudin Muchsin, mengatakan, hasil pemeriksaan pasien PDP tersebut belum keluar, dan belum bisa dinyatakan positif covid-19.

“Pihak keluarga merasa, korban meninggal karena sakit yang diderita sudah 2 tahun lalu. Dengan riwayat tekanan gula (naik) dan dirawat di rumah sakit tersebut,” katanya kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Jenazah PDP tersebut merupakan seorang warga di Jalan Rajawali, Kota Makassar. Dia meninggal pada sekitar pukul 06.40 Wita pagi tadi.

Rombongan Gugus Tim Percepatan Covid-19 provinsi Sulsel pun datang. Mereka hendak membawa jenazah tersebut untuk dimakamkan sesuai standar WHO.

Mengetahui itu, pihak keluarga korban pun tak terima. Mereka ingin jenazah keluarganya itu dimakamkan oleh pihak keluarga sendiri. Bukan oleh pihak Gugus. Kericuhan pun tak terelakkan.

“Tim Gugus berkoordinasi dengan keluarga korban untuk diambil alih agar mengikuti standar WHO. Namun, pihak keluarga menolak. Alasannya korban meninggal karena penyakit gula, dan sampai saat ini belum ada hasil resmi,” tambah Wahyudin.

Akhirnya, kericuhan pun diredam. Jenazah tersebut akhirnya dimakamkan di Kelurahan Romang Polong, Kabupaten Gowa. Pemakaman tersebut merupakan lahan milik Pemprov Sulsel, yang sengaja dijadikan lokasi pemakaman bagi jenazah ODP, PDP, dan positif virus corona.

“Itu tidak ada masalah. Diamankan oleh Polda Sulsel dan kami back-up. Tapi sudah aman (jenazahnya) dan sudah dibawa dan dimakamkan di Gowa,” ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan. (ihk/fajar)

  • Dipublish : 5 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami