Begini Penanganan Terhadap Jenazah Pasien Covid-19 Sampai Dimakamkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Direktur Utama Rumah Sakit Isalam (RSI) Sukapura dr Umi Sjadqiah‎ mengatakan, banyak hal yang harus diperhatikan dalam menangani orang yang meninggal dunia akibat virus korona atau Covid-19. Umi mengatakan, perawat jenazah harus menghindari cairan tubuh jenazah yang keluar dari mulut, hidung, mata, anus, kemaluan, maupun luka-luka di kulit, meskipun disinfeksi telah dilakukan.

“Disinfeksi pasti sudah dilakukan di seluruh tubuh jenazah. Dan harus diingat, bahwa kita semua harus mewaspadai apa-apa yang ada di sekitar jenazah dengan prinsip-prinsip disinfeksi yang sudah kita ketahui,” ujar Umi di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (4/4).

Kemudian, untuk metode pembungkusan jenazah, Umi juga menjelaskan bahwa ada susunan yang harus diterapkan yaitu menggunakan plastik, kafan, plastik, kantong jenazah kemudian peti. Kemudian petugas pengelola juga harus dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan didisinfeksi usai penanganan.

“Bungkus jenazah menggunakan plastik, kafan, plastik lagi, kantong jenazah, lalu peti. Begitu susunannya dan ini harus diketahui oleh masyarakat,” katanya.

“Semua perlindungan diri yang benar bagi petugas pengelola jenazah disinfeksi diri dan APD setelah selesai penanganan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat tidak khawatir dengan jenazah yang meninggal akibat virus korona. Sebab jika cara-cara tersebut sudah dilakukan, maka jenazah tidak akan menularkan virus korona.

“Jadi, bapak dan ibu enggak usah khawatir kalau seluruh hal itu sudah dilakukan. Insya Allah aman,” ungkapnya.

Apabila dipandang darurat dan mendesak, jenazah dapat dimakamkan tanpa dimandikan dan dikafani dalam rangka menghindarkan orang dari paparan Covid-19. “Kemudian harus segera dikuburkan setidaknya empat jam setelah meninggal,” katanya.

Dia berharap edukasi ini dapat dimengerti oleh masyarakat. Sehingga masyarakat tidak menjadi panik dan tidak melakukan penolakan jenazah untuk dikubur. “Jangan khawatir dan jangan panik, apalagi sampai melakukan penolakan untuk pemakaman,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 5 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami