Beralasan Sakit, Hadi Pranoto Tidak Penuhi Panggilan Polisi

Diskui antara Anji dan Hadi Pranoto yang disebut sebagai pakar Mikrobiologi. (Repro Facebook Anji Manji)
Diskui antara Anji dan Hadi Pranoto yang disebut sebagai pakar Mikrobiologi. (Repro Facebook Anji Manji)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Hadi Pranoto dipastikan tidak memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Hadi dikabarkan tengah dalam keadaan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

“Hadi Pranoto hari ini nggak datang karena alasanya sakit tadi surat pemberitahuannya sama pengacaranya sudah diantar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Kamis (13/8).

Yusri mengatakan, penyidik akan menjadwalkan ulang pemanggilan kepada Hadi. Namun, terlebih dahulu akan berkonsultasi dengaj pihak rumah sakit untuk menilai kesehatan terlapor. “Belum bisa ditentukan kapan bisa (dipanggil ulang), menunggu pemeriksaan dokter,” jelasnya.

Sebelumnya, Musisi Anji selaku pemilik akun Dunia Manji dan Hadi Pranoto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/4358/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 3 Agustus 2020.

“Hari ini sudah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul18.30 WIB. Ini terlapornya disebut di sini jelas ada nama Hadi Pranoto, si profesor yang kemudian di interview sebagai narsum di acara itu. kemudian yang kedua ada pemilik akun YouTube @Duniamanji,” terang Muannas Alaidid usai membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya, Senin (3/8).

Keduanya dilaporkan dengan pasal menyebarkan berita bohong Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Muannas melaporkan kasus ini dengan membawa serta transkrip wawancara Anji dengan Hadi Pranoto yang sempat diunggah di YouTube dengan durasi kurang lebih setengah jam. Ia menilai pernyataan Hadi sangat berbahaya apabila pernyataannya yang mengklaim telah menemukan obat penangkal Covid-19 ternyata tidak benar. Namun apabila terbukti benar,ia berpandangan harus diapresiasi.

  • Dipublish : 13 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami