Berani Menimbun dan Naikan Harga Obat Covid-19? Sanksinya Rp2 Miliar

Pedagang melayani pengunjung yang membeli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (1/7).
Tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta membuat penjualan alat kesehatan, obat, dan vitamin di Pasar Pramuka meningkat hingga 100 persen. 
(Issak Ramdhani / fin.co.id)
Pedagang melayani pengunjung yang membeli obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (1/7). Tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta membuat penjualan alat kesehatan, obat, dan vitamin di Pasar Pramuka meningkat hingga 100 persen. (Issak Ramdhani / fin.co.id)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Pemerintah mengancam, kepada bagi oknum-oknum yang menimbun obat-obatan dan melipatgandakan harga obat maupun alat kesehatan akan disanksi berupa pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi Menegaskan,bagi pihak yang menjual obat di atas harga yang sebenarnya diatur dalam pasal 62 ayat 1.

“Pelaku akan dikenakan sanksi berdasarkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni sanksi berupa pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar,” kata Jodi, Senin (5/7/2021).

Jodi mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan keputusan Menteri Kesehatan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) obat dalam masa pandemi Covid-19.

“Hal ini memberikan kepastian akan harga jenis-jenis obat yang dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19,” ujarnya.

Di sisi lain, Jodi juga meminta kepada masyarakat yang tidak mengalami situasi kritis akibat covid-19 untuk tidak membeli apalagi menimbun oksigen medis.

“Kebutuhan oksigen medis saat ini diprioritaskan untuk pasien covid-19,” pungkasnya. (fin/jm)

  • Dipublish : 5 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami