Berapa Gelas Air Mineral yang Harus Diminum Saat Puasa?

ILUSTRASI. (Explained Health)
ILUSTRASI. (Explained Health)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGAN MEDIA – Selama puasa tubuh akan menahan lapar dan haus tidak makan dan minum selama 12 jam. Meski begitu, tubuh tetap harus cukup terhidrasi. Maka seseorang harus memahami berapa banyak kebutuhan air minum yang harus dikonsumsi sehari.

Dalam acara buka puasa virtual Herbalife Nutrition Indonesia, Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan, dehidrasi dan lapar karena puasa, akan menyebabkan tubuh memperlambat metabolisme untuk mengurangi penggunaan energi seefisien mungkin. Namun, masih tetap dapat menikmati beribadah puasa dengan mendapat semangat Ramadan secara utuh dengan kondisi tubuh sehat.

“Pastikan meminum air putih yang cukup dan memperhatikan makanan yang di asup saat makan sahur dan makanan yang disantap saat buka puasa,” kata Andam, Senin (19/4).

Anggota dari Dewan Penasihat Nutrisi (Nutrition Advisory Board) Herbalife Nutrition Ismet Tamer, M.D., berbagi tips seputar kebutuhan nutrisi saat Ramadan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kondisi tubuh selama puasa di bulan Ramadan di antaranya asupan air minum. Berapa banyak?

Menurutnya, orang dewasa perlu minum 3 hingga 4 liter air sehari. Meski mendapatkan 40 persen jumlah ini dari makanan, jus buah, air mineral, teh, dan minuman lainnya, tetap harus minum 1,5 dan 2,5 liter air sehari. Jumlah itu, setara berapa gelas ya?

“Artinya, harus minum dua atau tiga gelas air setiap jam dari buka puasa hingga sahur,” tegas Ismet.

Selama Ramadan, kata dia, untuk memenuhi jumlah energi dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh pada siang hari, maka harus mengonsumsi makanan yang kaya protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serta harus minum cukup air. Pada saat yang sama, ini tidak berarti bahwa harus makan semua yang butuhkan sekaligus saat sahur.

“Jika melakukan itu, tubuh tidak dapat memanfaatkan asupan energi sekaligus, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. Ini karena metabolisme menyesuaikan dengan pola makan selama Ramadan,” katanya. (jm/jawapos)

  • Dipublish : 20 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami