Berkumpul Lebih dari 50 Orang jadi Pelanggaran Terbanyak Pilkada 2020

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jakarta – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bina Adwil Kemendagri) Safrizal menyampaikan, batasan berkumpul maksimal 50 orang adalah aturan yang paling banyak dilanggar peserta pilkada serentak 2020. Dari catatan pelanggaran ini, dia menilai metode kampanye secara daring tampaknya belum jadi pilihan utama para kontestan pilkada.

“Catatannya dari tanggal 26 September sampai dengan 1 Oktober terjadi pelanggaran protokol kesehatan 54, kemudian ada konser. Pelaksanaan konser sebanyak 3 aktivitas atau kegiatan,” kata Safrizal dalam keterangannya, Jumat (16/10).

“Ini menunjukkan bahwa pelanggaran berkumpul lebih dari 50 orang adalah yang terbanyak,” imbuhnya.

Safrizal menyebut, sejak 8 Oktober tercatat terjadi 16 kali pertemuan terbatas dengan peserta lebih dari 50 orang. Pada periode ini, pelanggaran berupa pentas musik atau konser sudah tidak ada.

Kemudian dalam rentang 9-15 Oktober 2020, pelanggaran protokol kesehatan yang terbanyak masih pertemuan dengan peserta lebih dari 50 orang. Tercatat ada 25 kali pelanggaran.

“Ini tentu sudah dicatat oleh Bawaslu. Teguran oleh Bawaslu sudah dilakukan, 230 kali yang diberikan peringatan dan 35 untuk pembubaran,” katanya.

Safrizal mengimbau, para pasangan calon kepala daerah untuk membagikan alat peraga kampanye berupa alat protokol kesehatan seperti masker maupun hand sanitizer. Menurutnya, jika pembagian masker dilakukan dengan masif, maka ini sangat membantu dalam menekan potensi penularan virus Covid-19 di tengah masyarakat.

“Kami percaya bagi-bagi masker secara masif oleh pasangan calon sebagai bahan kampanye adalah media yang paling efektif dalam mencegah tertularnya masyarakat kita. Ini adalah upaya yang paling efektif,” pungkasnya. (jp)

  • Dipublish : 17 Oktober 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami