Berlangsung 13 Hari, Basarnas Hentikan Pencarian Korban Erupsi Semeru

Tim SAR di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Basarnas for JawaPos (Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. )
Tim SAR di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Basarnas for JawaPos (Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. )
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id–Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya menutup pelaksanaan operasi SAR erupsi Gunung Semeru, Kamis (16/12) sore. Penutupan pencarian itu dilakukan usai dua kali diperpanjang.

Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo menjelaskan, penutupan itu merupakan keputusan seluruh pihak. Termasuk keluarga korban yang belum ditemukan maupun tim SAR.

”Setelah melaksanakan evaluasi bersama seluruh potensi SAR yang terlibat dalam operasi, serta pihak keluarga korban yang belum ditemukan, akhirnya kami sepakat untuk memghentikan atau menutup operasi SAR yang sudah berlangsung selama 13 hari ini,”  ujar Adi yang juga menjabat sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) ketika dikonfirmasi Jumat (17/12).

Selanjutnya akan dilaksanakan pemantauan oleh tim SAR. Sebab, efektivitas pencarian disebut menjadi penentu serta pertimbangan. ”Aspek efektivitas juga menjadi pertimbangan kami, karena kemungkinan korban hidup dalam kondisi seperti itu sangat kecil kemungkinannya. Meski begitu, kami akan membuka operasi SAR lagi jika ada informasi valid ada korban atau tanda-tanda ditemukan korban. Atau, jika erupsi terjadi lagi dan kembali menelan korban jiwa, operasi otomatis kami gelar lagi,” papar Hari Adi Purnomo.

Sesuai SOP, operasi SAR yang standarnya berlangsung selama 7 hari telah diperpanjang 2 kali 3 hari. Total, operasi SAR telah berlangsung selama 13 hari.

Berdasar catatan hari ini (17/12), tim SAR berhasil menemukan 2 human body remains, masing-masing pada pukul 08.15 dan 08.30 WIB di sektor pencarian Dusun Curah Kobokan. Kedua bagian tubuh manusia tersebut telah dievakuasi ke RSUD Haryoto untuk keperluan identifikasi.

Tidak hanya itu, operasi SAR hari terakhir juga sempat dihentikan sekitar pukul 10.00 WIB. ”Karena terjadi erupsi yang membahayakan tim SAR gabungan dari 126 Potensi SAR dengan jumlah kurang lebih 350 personel,” terang Hari Adi Purnomo. (jpc/jm)

  • Dipublish : 17 Desember 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami