Berniat Cabut Semi Lockdown, Menteri Singapura: Kehidupan Belum Normal

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Singapura berencana mencabut kebijakan semi lockdown atau pemutus sirkuit mata rantai penularan virus Korona pada 1 Juni nanti. Namun, bukan berarti setelah itu kehidupan akan berjalan normal seperti sebelum terjadi pandemi Covid-19.

“Hidup tidak akan kembali normal segera setelah 1 Juni, ketika langkah-langkah pemutus sirkuit Covid-19 Singapura akan dicabut,” kata Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong saat konferensi pers virtual pada Jumat (8/5) seperti dilansir dari Straits Times.

Dia mengatakan lebih banyak tindakan pencegahan yang harus diambil, termasuk langkah-langkah memanfaatkan teknologi seperti sistem check-in digital SafeEntry di tempat kerja, aplikasi pelacakan-penelusuran TraceTogether yang ditingkatkan, dan mungkin aplikasi yang bisa dibawa-bawa orang untuk membantu melacak kontak.

“Pada saat kita sampai pasca 1 Juni, kami akan memiliki beberapa solusi untuk mempercepat pelacakan kontak,” kata Wong.

Hal ini dimaksudkan ketika ada kasus yang muncul selama periode itu, Singapura dapat melakukan pelacakan kontak jauh lebih cepat, mengidentifikasi kontak di sekitar orang itu, dan dengan cepat mengeluarkan perintah karantina pada platform elektronik secara instan.

Wong menambahkan Singapura juga mencari cara lain untuk meningkatkan pelacakan kontak yang tidak memerlukan penggunaan smartphone. “Kami juga melihat berbagai kemungkinan, jadi bagi mereka yang tanpa smartphone kemungkinan bisa melacaknya tetap ada, untuk keperluan pelacakan kontak,” katanya.

“Pelonggaran akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya. “Apa pun keputusannya, bahwa setelah 1 Juni semuanya akan dicabut, semuanya bertahap,” tuturnya.

Wong menambahkan Singapura terus berjuang melawan virus Korona di dua klaster utama. Yakni mengendalikan wabah di asrama pekerja migran dan di lingkungan masyarakat yang lebih luas. Beberapa bisnis, seperti gerai makanan dan penata rambut diizinkan untuk membuka kembali mulai 12 Mei dengan batasan.

Wong mendesak perusahaan-perusahaan untuk menempatkan langkah-langkah yang aman, dan tidak terburu-buru. “Jika tempat bisnis tidak memiliki tindakan pencegahan dan pengamanan yang diperlukan, kami mungkin harus meminta Anda berhenti dan akan ada sanksi,” tegasnya.

“Dan sisa tiga minggu ke depan ini, kasus baru harus bisa ditekan,” katanya. “Mari melindungi kelompok lansia karena mereka adalah kelompok yang paling rentan,” tutup Wong. (jp)

  • Dipublish : 9 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami