Bertemu Mendag Jepang, Menko Luhut Tawarkan Sejumlah Investasi Baru

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Menteri Ekonomi Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Hagiuda Kochi. Pertemuan membahas potensi kerja sama di bidang ebergi hijau, perikanan, lingkungan, dan industri petrokimia.

“Indonesia dalam tujuh tahun ini banyak yang berubah, pembangunan hampir merata di Indonesia bagian barat dan timur,” kata Luhut dalam keterangannya, Rabu (12/1).

Luhut mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut Ia juga menjelaskan tentang pembangunan industri hilir sebagai arah investasi di Indonesia saat ini. “Saat ini industri hilir untuk nikel lebih berfokus untuk pengembangan strainless steel yang merupakan komponen pembuatan baterai Lithium,” jelasnya.

Luhut meyakinkan bahwa Indonesia memiliki stok bijih nikel yang sangat besar dengan total kapasitas produksi hulu hingga 12 juta ton per tahun. “Industri hilir telah mengubah struktur ekonomi Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan terhadap komoditas mentah,”imbuhnya.

Selain menggenjot investasi, Luhut juga menjelaskan tentang perkembangan kondisi terkini dalam penanganan Pandemi Covid-19. Ia menyebutkan bahwa 96 persen varian Covid-19 terbaru itu masuk ke Indonesia dari para Pelaku Perjalanan Luar Neger (PPLN).

“Kasus aktif kami telah menurun hingga 99,2 persen dari puncaknya tanggal 15 Juli tahun lalu. Tapi kami sekarang super hati-hati dengan Omicron,” ucapnya.

Lebih lanjut, Menko Luhut juga menawarkan investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Kalimantan yang hingga kini mampu menghasilkan listrik sebanyak 11 ribu megawatt. “Desember tahun lalu, Presiden Jokowi telah meresmikan ground breaking green industrial park seluas 30 hektare,” bebernya.

Terakhir, Luhut mengusulkan agar kedua negara membuat skema diskusi teknis yang bertemu secara regular agar dapat membahas secara intensif mengenai poin-poin kerja sama kedua negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koichi mengawali sambutannya dengan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang membuat keputusan soal kapal pengangkut batubara telah diumumkan kemarin. “Saya berterima kasih sudah dijelaskan secara detil tentang rencana pemerintah Indonesia soal release batubara,”katanya.

Usai menyampaikan apresiasinya, Menteri Koichi menyambut baik usulan Menko Luhut agar ada dialog yang bersifat regular bagi kedua negara. “Ada beberapa skema diskusi antara pemerintah dan swasta. Nanti kami juga akan diskusikan lebih lanjut lagi. Apapun (skemanya) kami terbuka,” tukasnya.

Kemudian, menteri perdagangan Jepang itu menjelaskan mengenai perkembangan investasi perusahaan Jepang untuk industri amonia di Teluk Bintuni, Papua Barat. “Saat ini proyek tersebut sudah sampai pada tahap FS (Studi Kelayakan),” ungkapnya.

Selain soal industri Amonia, Menteri Koichi juga sempat mengungkapkan keinginan negaranya untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam pengembangan baterai untuk pembangkit tenaga surya. Ia berharap kedua negara dapat bekerja sama lebih erat pada masa mendatang. (jpc/jm)

  • Dipublish : 12 Januari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami