BI: Peningkatan Ekspor Sangat Mendorong Perbaikan Ekonomi Nasional

EKSPOR IMPOR: Ilustrsi kendaraan berat mengangkut kontainer di Terminal Petikemas, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
EKSPOR IMPOR: Ilustrsi kendaraan berat mengangkut kontainer di Terminal Petikemas, kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Jaringanmedia.co.id, JAKARTA – Tanda-tanda terjadinya pemulihan ekonomi semakin terlihat jelas, baik dari sisi global maupun domestik. Dari sisi global, berbagai indikator dini telah menunjukan pemulihan diantaranya peningkatan volume perdagangan, harga komoditas hingga kinerja ekspor impor.
Sedangkan di dalam negeri, pemulihan ekonomi terlihat dari mobilitas masyarakat yang mulai meningkat sejalan dengan kasus Covid-19 yang terkendali dan juga vaksinasi yang terus berjalan.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Departemen Komunikasi Direktur Eksekutif BI, Erwin Haryono, dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/6). Menurut Erwin, beberapa indikator perbaikan ekonomi bisa terlihat dari indeks penjualan eceran hingga indeks ekspektasi konsumen yang sudah mulai meningkat.
Tercatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Maret 2021 tumbuh 6,1 persen month to month (mtm) atau meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang masih minus 2,7 persen (mtm). Kemudian kontraksi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah menjadi 0,74 persen (yoy) di triwulan I 2021 dibanding triwulan IV 2020, yang minus 2,19 persen.
“Indikator perbaikan semakin nyata di global maupun dalam negeri, yang kemudian kami di otoritas melihat respon kebijakan sudah mulai dilakukan bersama-sama di KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) membangun itu semua baik fiskal moneter porsinya sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Erwin.
Indikator lain adalah perbaikan ekonomi ini nasional juga tampak dari kinerja ekspor impor yang mencatatkan nilai surplus yang terus meningkat. Tercatat pada Mei 2021 lalu surplus perdagangan menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) nilainya mencapai USD2,19 miliar.
Sedangkan surplus perdagangan sejak awal tahun 2021 mencapai USD7,72 miliar. Nilai surplus ini ditopang oleh meningkatnya permintaan Tiongkok dan AS terhadap produk strategis Indonesia serta meningkatnya harga komoditas.
Erwin menambahkan, Bank Indonesia memperkirakan perekonomian domestik akan mulai membaik pada triwulan II 2021. Pada triwulan II 2021, berbagai indikator dini menunjukkan ekonomi terus membaik, seperti tercermin pada ekspektasi konsumen, penjualan eceran dan realisasi belanja yang meningkat.
Dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan ekspor dan investasi nonbangunan. Dari sisi lapangan usaha (LU), peningkatan terjadi di sejumlah sektor seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Konstruksi.
“Pertumbuhan ekonomi 2021 tetap sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia pada April 2021, yakni pada kisaran 4,1 persen – 5,1 persen,” tuturnya.
Pemulihan kesehatan menjadi kunci kebangkitan ekonomi. Saat ini, pemerintah tengah fokus dalam program vaksinasi Covid-19 sebagai upaya penanganan virus yang berasal dari Tiongkok tersebut. Dengan adanya program tersebut diharapkan ekonomi Indonesia akan segera bangkit. Menurut Erwin, kasus Covid-19 yang mulai melandai, telah mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
“Program vaksinasi harus terus berlanjut guna mendukung pencapaian herd immunity yang kita harapkan bisa ikut mendorong pemulihan perekonomian,” tutupnya. (fin/jm)
  • Dipublish : 7 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami