Bisnis Lesu, Kemenag Sulsel Akan Panggil Pengusaha Travel Haji/Umroh

Ilustrasi (STR/AFP)
Ilustrasi (STR/AFP)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id — Pengusaha perjalanan haji dan umrah sangat merasakan dampak pada pembatalan pemberangkatan jamaah calon haji tahun ini. Bahkan, mereka bakal gulung tikar karena tidak adanya pemasukan. Apalagi, jika jamaah meminta kembali dana setorannya.

Menyikapi kondisi itu, Kepala Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Amrullah, menegaskan, sejauh ini aktivitas di travel masih terus bertahan melakukan operasional bisnis travel.

Berbagai strategi dilakukan, seperti dengan menyiapkan paket wisata halal. Diharapkan ini langsung diberangkatkan ketika dampak pandemi mulai melandai dan pelonggaran dilakukan.

“Kalau sepi tidak, masih ada aktivitas. Travel mereka tetap jalan karena tidak cenderung kegiatan hanya di umroh dan haji, mereka punya bisnis sendiri. Belum ada informasi kalau travel gulung tikar. Bahkan mereka masih membuka pendaftaran melalui joint program dengan group usaha yang lain,” ungkap Muhammad Amrullah, Rabu (9/6).

Mengatasi kondisi ini, dia menambahkan, perusahaan travel haji dan umrah dalam waktu dekat ini akan dipanggil untuk dicarikan solusinya. Sembari menunggu solusi, tetap akan memantau permintaan pendaftaran haji dan umrah yang masih terus masuk meski pemberangkatannya ditunda tahun ini.

Muhammad Amrullah, juga menyampaikan telah mengumumkan resmi tidak ada memberangkatkan jemaah haji tahun ini. Keputusan itu diambil setelah Pemerintah Arab Saudi belum juga memberi kepastian apakah jamaah calon haji Indonesia bisa diberangkatkan.

“Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji 2021 atau 1442 H ini. Menetapkan pembatalan pada penyelenggaran haji atau 2021 M bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji lainnya,” katanya.

Pembatalan keberangkatan jemaah ini berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia (WNI) baik dengan kuota haji Indonesia maupun kuota haji lainnya.
Hal tersebut juga dibenarkan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ali Yafid. Ia mengatakan, sampai saat ini untuk biro perjalanan haji dan umroh belum ada yang dilaporkan tutup

“sampai sekarang ini belum ada dilaporkan gulung tikar, semoga saja kita bisa melewati bersama,” kata Ali Yafid. (bkm/jm)

  • Dipublish : 10 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami