BKN Bakal Sikat Jajaran Pemda yang Jadi Mafia PPPK Guru

Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan tahapan seleksi PPPK 2021 bagi guru honorer. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com
Kepala BKN Bima Haria Wibisana menjelaskan tahapan seleksi PPPK 2021 bagi guru honorer. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, JAKARTA – Peniadaan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) masa kerja untuk pengusulan penetapan NIP PPPK guru rawan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mewanti-wanti para peserta atau instansi untuk tidak memasukkan dokumen palsu atau tidak sesuai ketentuan persyaratan.

Karo Humas BKN Satya Pratama mengungkapkan alasan pemerintah meniadakan SPTJM untuk PPPK guru karena proses rekrutmennya diatur dalam PermenPAN-RB 28/2021.

di dalam PermenPAN-RB itu, tidak ada ketentuan yang mensyaratkan masa kerja sebagai dasar untuk melamar sehingga saat pengusulan penetapan NIP PPPK tidak perlu SPTJM. Dia berharap peniadaan SPTJM itu akan memudahkan pemerintah daerah (pemda) untuk secepatnya mengajukan usulan penetapan NIP PPPK guru tahap 1 dan 2.

Namun, Satya mewanti-wanti agar mendahulukan prinsip kehati-hatian, kecermatan, dan kesegeraan dalam mengajukan usulan untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.

“Jangan coba-coba menyodorkan dokumen yang tidak benar,” kata Satya kepada JPNN.com, Minggu (13/3). Jika pejabat pembina kepegawaian (PPK) tetap mengajukan nama peserta yang tidak memenuhi persyaratan sesuai PermenPAN-RB 28/2021, lanjutnya, BKN akan mengambil tindakan tegas.

Salah satunya, BKN tidak akan memproses penetapan NIP PPPK peserta bermasalah, apalagi yang menggunakan dokumen palsu. “Jika ditemukan ada pemalsuan dokumen, akan dilaporkan ke penegak hukum,” tegasnya. (jpnn/jm)

 

  • Dipublish : 14 Maret 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami