BMKG : Potensi Hujan Lebat Hingga Sepekan di jabodetabek

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan, prakiraan potensi hujan lebat awal tahun di Jabodetabek, masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan, prakiraan potensi hujan lebat awal tahun di Jabodetabek, masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Hujan lebat yang mengguyur kawasan Jabodetabek mengakibatkan banjir di kawasan ibu kota. Hujan terjadi pada 31-1 Januari ini.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan, prakiraan potensi hujan lebat awal tahun di Jabodetabek, masih akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan.

“Potensi hujan lebat 2-7 januari di jabodetabek,” kata Dwikorita dalam konfrensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (2/1).

Oleh karena itu masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir dan longsor serta angin kencang. Hujan Jabodetabek rata-rata diawali pada pagi hari berawan, siang hingga malam hujan.

“Meskipun sudah diprediksi, cuaca dapat sewaktu-waktu berubah karena anomali cuaca,” katanya.

Sementara terpisah,‎ Kasubid Prediksi Cuaca BMKG Agie Wandala Putra mengatakan, hujan akan terjai sampai dengan Maret 2020 mendatang. Namun untuk curah hujan yang tertinggi akan terjadi di akhir Januari.

“Periode puncak hujan belum memasuki ya. Periode hujan tertinggi kalau kita peluangnya masih tinggi di awal akhir Januari hingga Febuari dan Maret‎,” ujar Agie.

Agie mengatakan, hujan yang terjadi ini memang cukup tinggi intensitasnya. Namun perlahan-lahan akan berkurang intensitasnya.

“Hujan untuk besok sudah lusa sudah cukup berkurang,‎ hujan cukup merata di selatan pulau Jawa, dan di sekitar utara termasuk DKI Jakarta,” katanya.

‎Dari data BPDB DKI Jakarta 1 Januari 2019 ini hingga pukul 06.00 WIB pintu air Karet masuk siaga 1 dengan tinggi muka air mencapai 630 cm. Sementara pintu air Manggarai berada pada status siaga 2 dengan tinggi muka air mencapai 920 cm.

Pintu air Pulo Gadung saat ini juga berstatus siaga 2 dengan tinggi muka air mencapai 735 cm. Sedangkan pintu air Pesanggrahan, Angke Hulu, Pasar Ikan, dan Sunter Hulu berstatus siaga 3.

Sementara di pintu air Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Waduk Pluit, dan Cipinang Hulu berstatus siaga 4.‎ (jp)

  • Dipublish : 2 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami