BMKG Prakirakan Peningkatan Curah Hujan Berpotensi Bencana

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan terjadi peningkatan curah hujan di beberapa daerah di Indonesia. Kondisi itu berpotensi memicu bencana banjir hingga tanah longsor.

Dilansir dari laman www.bmkg.go.id, potensi hujan deras diprakirakan terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Sedangkan untuk wilayah selatan Indonesia diprakirakan terdapat di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk wilayah Kalimantan diprakirakan mencakup seluruh wilayah Kalimantan terdapat potensi hujan deras disertai dengan kilat petir dan juga angin kencang. Untuk wilayah Sulawesi dan Timur Indonesia diprakirakan terdapat di wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Kepada masyarakat di wilayah Maluku Utara dan juga Papua Barat, BMKG mengimbau untuk waspada. Sebab, terdapat potensi hujan yang disertai petir dan angin kencang.

Sejumlah wilayah ibu kota provinsi yang diprakirakan berawan hingga cerah di antaranya Bengkulu, Pontianak, Bandar Lampung, Ternate, Kupang, Manokwari, Padang, dan Palembang.

Adapun situasi suhu di kota besar rata-rata berkisar antara 22 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembapan berkisar antara 60 hingga 100 persen.

Sementara itu, Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur Taufiq Hermawan menyebut, potensi banjir akibat luapan Kali Lamong di Kabupaten Gresik masih akan terjadi karena ancaman La Nina.

Taufik mengatakan perlunya pemahaman mengenai apa itu La Nina. Sebab, masih banyak anggapan yang beredar diartikan sebagai badai.

Dia menjelaskan, La Nina merupakan suatu fenomena cuaca global yang menyebabkan curah hujan menjadi lebih tinggi termasuk di wilayah Kabupaten Gresik. ”Karena La Nina ini, curah hujan meningkat 2–70 persen, ini yang perlu diwaspadai. Karena banjir ini utamanya terjadi karena tingginya curah hujan,” kata Taufik seperti dilansir dari Antara.

Kepala Stasiun Klimatologi Malang Anung Suprayitno menambahkan, La Nina berefek paling tinggi di periode September–November. Tetapi, tidak lantas membuat Desember–Februari curah hujan menjadi rendah.

”Pada Desember–Februari merupakan periode yang menjadi puncak musim hujan,” (jpc/jm)

  • Dipublish : 17 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami