BMKG Sebut Fenomena La Nina Ganggu Penerbangan di Makassar

Prakirawan Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar menunjukkan pergerakan cuaca di monitor. (Darwin Fatir/Antara)
Prakirawan Balai Besar BMKG Wilayah IV Makassar menunjukkan pergerakan cuaca di monitor. (Darwin Fatir/Antara)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id– Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Makassar menyebut, fenomena La Nina dipastikan berdampak terganggunya aktivitas transportasi, khususnya penerbangan di daerah itu.

Kasubid Pelayanan Jasa BMKG Makassar Siswanto seperti dilansir dari Antara di Makassar menjelaskan, terjadi perkembangan pertumbuhan awan di Selat Makassar. Hal tersebut akan sangat mengganggu operator penyeberangan laut maupun udara. Sebab, akan berdampak pada jarak pandang dan posisi jarak tinggi terbang karena penerbangan juga tidak akan menembus awan.

”Terutama udara, karena tidak ada posisi pilihan terbang selain arah terbangnya ke bagian barat dan pertumbuhan awan itu ada di barat Selat Makassar. Ini akan sangat mengganggu sekali operator penerbangan, makanya harus hati-hati,” kata Siswanto.

Berdasar pantauan, lanjut Siswanto, awan yang disebut cumulusnimbus itu mulai tumbuh dan terlihat tebal di langit barat Makassar.

”Operator penerbangan pasti sudah mulai tidak nyaman karena awan ini mulai tumbuh. Itu akan mengganggu karena pasti mereka akan menghindar dan tidak mungkin masuk ke awan,” terang Siswanto.

Posisi puncak fenomena La Nina yang diprediksi pada Januari dan Februari 2021 dinilai telah mulai terlihat tanda-tandanya. Hal itu, diketahui dari curah hujan yang mulai tinggi, seperti pada curah hujan dasarian terakhir November yang telah di atas normal, yaitu 161 mm dalam 10 hari.

”Itu yang sudah kita khawatirkan karena sudah mulai kelihatan ada peningkatan curah hujan dikhawatirkan lebih dari 100 mm setiap hari,” tutur Siswanto. (jawapos.com)

  • Dipublish : 17 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami