BNN : Tingkat Kerawanan Narkoba di Kota Tegal Masih Sangat Tinggi

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal menyatakan potensi tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba masih sangat tinggi. Sebab, mengacu rekapitulasi data penanganan BNNP Jawa Tengah 285 ribu jiwa tercatat sebagai penyalahguna narkoba hingga akhir 2018. Jumlah tersebut, berkisar 1,16 persen dari jumlah total penduduk di Jawa Tengah yang mencapai 34,26 juta jiwa dan tersebar di 35 kabupaten/ kota.

Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiyono mengungkapkan, mengacu data BNNP tersebut pihaknya terus mengoptimalkan edukasi dan penyebarluasan informasi melalui program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Bahkan, komitmen tersebut dibuktikan dengan menggandeng empat unsur penting dalam mewujudkan Kota Tegal Bersih dari Narkoba (Bersinar). Yakni, instansi pemerintah, pihak swasta, lingkungan pendidikan dan kelompok masyarakat.

“Persoalan narkoba saat ini, makin mengkhawatirkan sehingga butuh komitmen dan kerja sama dari semua unsur sebagai upaya pencegahan,” terangnya.

Hasil pemetaan tim BNNK Tegal, lanjut Igor, tingkat kerawanan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kota Tegal cukup tinggi hampir di semua lini. Sebab, dengan kategori daerah transit dan penghubung jalur perlintasan wilayah pantura barat bisa menjadi celah baik dari jalur darat maupun laut. Terlebih, sebaran tempat hiburan dan titik keramaian di Kota Bahari menjadi magnet bandar narkoba untuk mengembangkan pasar gelap jika tidak diantisipasi.

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi BNN Kota Tegal, Amalia Hidayati menambahkan, BNNK Tegal siap memfasilitasi para pecandu yang ingin pulih dari ketergantungan narkoba. Tujuannya, memberikan pelayanan sekaligus menekan angka permintaan atau Demand Reduction bagi warga yang sudah menjadi penyalahguna. Teknisnya, setiap pecandu yang sukarela datang, secara humanis akan dilayani dan tidak akan diproses secara hukum.

“Tercatat enam lembaga rehabilitasi, sudah menjadi mitra BNN yakni RSUD Kardinah, Puskesmas Tegal Timur, Tegal Barat, RSU Islam Harapan Anda, RS Mitra Siaga dan Klinik Pratama Aisiyah Siti Hajar dalam melayani rehabilitasi rawat jalan bagi pecandu, pengguna dan korban penyalahguna secara gratis,” imbuhnya.

(fin)

  • Dipublish : 28 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami