BNPB: Korban Meninggal Banjir Jabodetabek Mencapai 53 Orang

ILUSTRASI. Banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek menelan korban jiwa. Foto: Ricardo/JPNN.com
ILUSTRASI. Banjir melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek menelan korban jiwa. Foto: Ricardo/JPNN.com
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Korban banjir melanda wilayah Jabodetabek terus bertambah. Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terdapat 53 orang meninggal dunia.

“Jumlah korban banjir dan longsor yang melanda DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat bertambah. Kini menjadi menjadi 53 orang dan satu orang hilang,” kata Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/1).

Jumlah korban meninggal dunia tersebut merupakan hasil pendataan per Sabtu (4/1), pukul 10.00. Jumlah tersebut bisa terus bertambah karena masih dalam pendataan.

Agus menyebut, penambahan korban meninggal dunia terjadi di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor. Korban tambahan itu belum teridentifikasi. “Untuk Kabupaten Bogor lima orang meninggal namun identitas masih belum diketahui,” jelasnya.

BNPB mencatat penyebab kematian korban yakni seperti terseret arus, tertimbun longsor, tersengat listrik, dan hipotermia.

Untuk itu, kepada masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri tetap berada di rumah. Sebaiknya segera mengikuti arahan petugas untuk evakuasi. Karena bertahan di dalam rumah saat banjir datang bisa membahayakan diri. Terlebih kecepatan air datang sulit diprediksi.

“Jika kondisi banjir sudah surut maka boleh kembali ke rumah msing-masing. Utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu dibanding harta,” pungkas Agus. (jp)

  • Dipublish : 4 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami