BNPB Siapkan Anggaran Rp 500 Ribu Per Keluarga di NTT

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (BNPB)
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. (BNPB)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Penanganan bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini semata untuk menekan angka penularan kasus Covid-19 di wilayah terdampak bencana.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyampaikan, pihaknya akan memberikan uang senilai Rp 500 ribu setiap bulan bagi warga yang rumahnya rusak berat maupun rusak sedang akibat bencana banjir bandang. Langkah ini agar berkurangnya aktifitas masyarakat di tenda-tenda pengungsian.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi risiko (penularan Covid-19 di tenda pengungsian), dengan cara memberikan fasilitas dana kemurnian kepada warga yang terdampak, untuk bisa menyewa rumah keluarga mereka yang terdekat sebesar Rp 500.000 untuk satu keluarga per bulan,” kata Doni dalam konferensi pers, Selasa (6/4).

Doni menyampaikan, BPBD setempat akan melakukan pendataan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat maupun rusak sedang. Menurutnya, pemberian uang tersebut untuk mengurangi risiko penularan Covid-19.

“Data nama ini harus betul-betul akurat, nama, alamat, termasuk KTP dan nomor induk kartu penduduk yang diserahkan kepasa BPBD, dari situ nanti BPBD akan menyalurkan bantuan Rp 500 ribu per keluarga,” ucap Doni.

Upaya ini tidak lain untuk memutus rantai penularan, sehingga mengurangi aktivitas warga di tenda-tenda pengungsian. Meski demikian, Doni memastikan pihaknya akan menegakkan protokol kesehatan di setiap tenda pengungsian.

“Memisahkan antara kelompok rentan, apakah itu orang tua yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid, ibu hamil dengan mereka yang secara fisik masih muda usia. Ini yang kita jaga, harus kita pisahkan, mereka tidak boleh berada dalam satu pengungsian,” beber Doni.

Doni juga menyatakan, BNPB dan Kementerian Kesehatan telah menyerahkan bantuan berupa masker. Bantuan itu semata agar angka penularan kasus positif di wilayah terdampak bencana tidak mengalami peningkatan.

“Demikian juga rapid antigen kita salurkan ke kabupaten kota,” tandas Doni. (jawapos)

  • Dipublish : 7 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami