Bos GoJek Jadi Menteri Pendidikan, Begini Kata DPR

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Presiden Joko Widodo secara resmi telah memperkenalkan 38 Menterinya di kabinet jilid II. Dari semuanya, sebanyak 55 persen dari kalangan profesional dan 45 persen dari partai politik.

Artinya, para tokoh profesional atau tidak terikat dengan partai politik diyakini mampu menghadirkan gagasan-gagasan besar dalam memajukan bangsa ini.

Namun, dari ke-21 perwakilan profesional di kabinet Jokowi itu, sosok Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sedikit disoroti. Pasalnya, Nadiem Makarim dikenal sebagai pengusaha di bidang transportasi yang jauh dari dunia pendidikan, dan hal ini akan dipertanyakan oleh publik.

“Misalkan saja, Nadiem Makarim dari CeO Gojek diberikan tugas sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ini tentunya publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai menteri pendidikan,” kata Anggota DPR-RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi lewat pesan tertulisnya, Rabu (23/10).

 

Mendikbud Nadiem Makarim akan Ubah Sistem Pendidikan dengan Teknologi

Menurut Aboe Bakar, kekhawatiran penunjukan Nadiem sebagai Menteri Pendidikan adalah hal yang wajar, karena Nadiem dikenal sebagai pengusaha bukan akademisi atau sejenisnya.

“Tentu saya tidak meragukan kemampuan Mas Nadiem Makarim dalam mengelola bisnis, namun tak salah juga jika saya mengkhawatirkan nasib dunia pendidikan kita kedepan,” ucapnya.

Dijelaskan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD-DPR-RI) itu, pendidikan adalah sektor penentu bagi kemajuan generasi bangsa, hingga perlu orang yang memahami betul dunia pendidikan.

“Ini akan dilihat seperti ada gambling pada dunia pendidikan kita. Padahal ini adalah sektor yang sangat menentukan masa depan bangsa,” jelasnya. (fin)

  • Dipublish : 23 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami