BPOM Tak Pernah Setujui Obat Herbal untuk Covid-19

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Belum ditemukannya obat untuk coronavirus disease 2019 (Covid-19) membuat sebagian orang mencoba-coba pengobatan. Salah satunya adalah obat herbal. Bagaikan jamur pada musim hujan, obat-obat yang diklaim menangkal korona bermunculan.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyatakan, klaim khasiat tentang obat herbal harus dibuktikan, baik berdasar data empiris maupun secara ilmiah. Caranya melalui uji praklinik dan uji klinik. Bila suatu produk herbal terbukti berkhasiat untuk mengobati penyakit, klaim khasiat tersebut akan tertera pada label kemasan.

’’Obat herbal yang telah memiliki nomor izin edar (NIE) Badan POM, maka produk tersebut telah diuji dari aspek keamanan, khasiat, dan mutu,’’ ujarnya kemarin (5/5). Penny menambahkan, sampai saat ini BPOM tidak pernah memberikan persetujuan tentang obat herbal yang dapat mengobati Covid-19. ’’Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati dan tidak mudah memercayai iklan yang mengklaim obat herbal ampuh mengobati Covid-19,’’ tuturnya.

Sebenarnya ada cara penggunaan produk herbal secara aman. Menurut tip dari BPOM, caranya adalah mengecek kemasan. Selain itu, perlu membaca seluruh informasi pada labelnya. Untuk memastikan apakah sudah mendapat izin BPOM, bisa dicek NIE melalui web https://cekbpom.pom.go.id/.

Sebelumnya, BPOM meluncurkan Informatorium Obat Covid-19. Informatorium itu berisi informasi terkait perkembangan obat Covid-19 di dunia dan tata laksana pengobatannya di Indonesia. Penny menyampaikan bahwa informasi pada informatorium tersebut disiapkan sesuai dengan perkembangan pengobatan saat ini dan dapat diperbarui sesuai dengan kemajuan pengembangan.

Spesialis farmakologi Rianto Setiabudy menjelaskan bahwa pandemi ini menimbulkan kepanikan sehingga sering mendorong para dokter untuk menggunakan obat-obat secara kurang terarah.

’’Hindari pemberian kombinasi obat antiviral sekaligus. Perhatikan regimen dosis, cara pemberian, lama pengobatan, interaksi obat, efek samping, dan kewaspadaan terkait penggunaan obat yang semua sudah dijelaskan pada buku Informatorium Obat Covid-19,” tuturnya. (jp)

  • Dipublish : 6 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami