BPOM-Unpad Simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19

HANYA SIMULASI: Petugas kesehatan menyutikkan vaksin kepada relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Kamis (6/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)
HANYA SIMULASI: Petugas kesehatan menyutikkan vaksin kepada relawan uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Kamis (6/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Penelitian vaksin Covid-19 di dalam negeri terus digeber. Kemarin (6/8) BPOM dan tim peneliti vaksin Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran melakukan kickoff meeting dan simulasi uji klinis vaksin. Pertemuan membahas rencana pelaksanaan uji klinis tahap III terhadap salah satu kandidat vaksin Covid-19 produksi Sinovac.

Kepala BPOM Penny Lukito menuturkan, uji klinis merupakan tahapan penting dalam pengembangan vaksin. Tujuannya, mendapatkan data khasiat dan keamanan yang valid. Tidak hanya dari sisi pelaksanaan uji klinis, vaksin yang akan diuji juga harus diproduksi sesuai dengan standar cara pembuatan obat yang baik (CPOB). Khusus untuk vaksin, dilakukan sertifikasi lot release oleh BPOM untuk menjaga keamanan dan mutu vaksin itu.

”Mengingat mendesaknya kebutuhan terhadap vaksin Covid-19, BPOM berkomitmen untuk melakukan pengawalan pemenuhan peraturan, standar, dan persyaratan di sepanjang siklus perjalanan vaksin,” jelas dia kemarin. Perjalanan vaksin yang dimaksud mulai tahap pengembangan formulasi sampai distribusi obat, termasuk tahapan uji klinis tahap III.

Penny mengimbau tim peneliti dan seluruh pihak yang terlibat senantiasa memenuhi semua ketentuan yang berlaku. ”Aspek kehati-hatian dan ketepatan dalam pelaksanaan prosedur uji klinis ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya. Masyarakat juga bisa memberikan dukungan. Salah satunya dengan menjadi relawan uji klinis.

Sementara itu, berdasar data World Health Organization (WHO) per 31 Juli 2020, terdapat 26 kandidat vaksin yang saat ini berada dalam tahap uji klinis. Lalu, 139 lainnya sedang dalam tahap uji praklinis. Uji tersebut dilakukan dengan berbagai platform dan dilakukan di berbagai negara. Itu menunjukkan bahwa seluruh dunia sedang bergerak dan berupaya bersama untuk mengatasi pandemi Covid-19.

 

ONLY FOR CLINICAL TRIAL: Petugas kesehatan menunjukkan contoh vaksin saat simulasi uji klinis kemarin. (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa semua negara saat ini berlomba untuk memproduksi vaksin Covid-19. Tidak terkecuali Indonesia. ”Kami sedang bekerja keras untuk mendapatkan vaksin dalam dosis besar,” jelas Wiku.

Saat ini tahap yang terjauh, yakni uji klinis tahap ketiga, ada tujuh kandidat vaksin. Yang pertama adalah vaksin Sinovac dari Wuhan Institute dan Sinopharm. Kemudian, Beijing Institute of Biological Product yang juga kelompok dari Sinopharm. ”Mereka memiliki dua kandidat vaksin,” jelas Wiku.

Kandidat lain adalah BioNtech dari Fosun Pharma dan Pfizer. Kemudian, dari University of Oxford yang bekerja sama dengan AstraZeneca, Moderna dengan NIAID, serta dari Universitas Melbourne dan Murdoch Children Institute Australia.

Saat ini kandidat-kandidat vaksin tersebut sedang diberikan ke ribuan orang untuk memastikan keamanannya. Juga, mendeteksi efek samping serta keefektifannya dalam melindungi tubuh dari virus Covid-19.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus Covid-19, satgas mencatat penurunan persentase daerah dari kategori zona merah. Dari perbandingan minggu sebelumnya, kabupaten/kota dengan zona merah berkurang dari 44 ke 33 daerah. Risiko sedang naik dari 160 menjadi 194 daerah. Risiko rendah turun dari 178 menjadi 163 daerah. (jp)

  • Dipublish : 7 Agustus 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami