BPPTKG Sebut Guguran Lava Pijar Keluar 19 Kali dari Gunung Merapi

Guguran lava pijar Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (elang kharisma dewangga)
Guguran lava pijar Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (elang kharisma dewangga)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA–Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta mengeluarkan 19 kali guguran lava pijar. Jarak luncur guguran lava pijar itu maksimum 600 meter pada Senin (11/1).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta menjelaskan, guguran lava pijar yang teramati pada periode pengamatan Senin (11/1) pukul 00.00–06.00 WIB itu meluncur ke arah hulu Kali Krasak.

”Guguran lava pijar teramati 19 kali jarak luncur maksimum 600 meter arah hulu Kali Krasak,” ujar Hanik Humaida.

Selama pengamatan itu, menurut dia, BPPTKG juga mencatat 42 kali gempa guguran dengan amplitudo 3–21 mm selama 10–69 detik, tujuh kali gempa embusan dengan amplitudo 2–3 mm selama 9–17 detik, 46 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2–27 mm selama 5–10 detik, dan tujuh kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 31–68 mm selama 10–20 detik.

”Berdasar pengamatan visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah,” terang Hanik Humaida.

Cuaca di gunung itu cerah, berawan, mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara 16–21 derajat Celsius, kelembaban udara 75–95 persen, tekanan udara 566–685 mmHg.

Sebelumnya, selama periode pengamatan pada Minggu (10/1) pukul 18.00–24.00 WIB, BPPTKG mencatat 26 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimum 900 meter ke arah Kali Krasak.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak. Penambangan di alur sungai-sungai yang airnya berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. BPPTKG juga meminta pelaku wisata tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk pendakian ke puncak Gunung Merapi. (jawapos.com)

  • Dipublish : 11 Januari 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami