Buka-bukaan Data Impor LPG, Presiden Punya Rencana Besar

Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (23/6/2021). (antara)
Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (23/6/2021). (antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan data impor Liquid Petroleum Gas (LPG) yang mencapai Rp 80 triliun. Menurutnya, total kebutuhan dalam negeri sebesar Rp 100 triliun untuk bisa dikonsumsi masyarakat, pemerintah juga harus menyalurkan subsidi hingga Rp 60-70 triliun.

“Apakah ini mau kita teruskan? impor terus?” ujar presiden. Hal itu disampaikan Jokowi pada acara memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hilirisasi batu bara menjadi produk dimetil eter (DME) yang bisa menggantikan Liquid Petroleum Gas (LPG), di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1).

Eks Wali Kota Solo itu berkali-kali dirinya menyampaikan pentingnya proyek hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam agar Indonesia mampu mengurangi impor.

“Alhamdulillah, hari ini meskipun dalam jangka waktu yang panjang belum bisa dimulai, hari ini bisa kita mulai groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME,” kata Jokowi.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu berharap hilirisasi batu bara menjadi DME mampu mengurangi penggunaan impor LPG tiap tahun. “Kita memiliki bahan bakunya, raw material-nya (bahan mentah), yaitu batu bara yang diubah menjadi DME. Hampir mirip dengan LPG, tadi saya sudah melihat bagaimana api dari DME untuk masak, api dari LPG untuk masak, sama saja,” ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mendorong program hilirisasi sumber daya alam di dalam negeri agar dapat menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu menggantikan bahan setengah jadi atau barang jadi yang diimpor dari luar negeri.

“Kalau ini dilakukan, ini saja, yang di Bukit Asam (PT. Bukit Asam Tbk) yang kerja sama dengan Pertamina (PT Pertamina Persero) dan Air Product (Air Products & Chemicals) ini, bisa mengurangi subsidi dari APBN itu Rp 7 triliun,” jelas Presiden.

Jokowi optimistis jika impor mampu ditekan, maka neraca barang dan jasa yang terekam dalam neraca transaksi berjalan akan terus membaik. “Ini yang terus kita kejar. Selain bisa memperbaiki neraca perdagangan kita karena tidak impor, memperbaiki neraca transaksi berjalan kita juga karena tidak impor,” kata Presiden Jokowi.

Turut hadir dalam “groundbreaking” proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di Muara Enim, antara lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan para pejabat serta dunia usaha terkait.(antara/jpnn)

  • Dipublish : 24 Januari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami