Bully Pasien Covid-19 Bisa Dihukum

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MINAHASA SELATAN,– Pasien Positif Covid-19 di Sulut semakin bertambah, untuk itu masyarakat harus dengan patuh menjalankan prosedur kesehatan yang telah disampaikan pemerintah.

Namun banyak kasus yang saat ini terjadi, dimana para warga yang terkategorikan ODP atau PDP seakan dikucilkan atau menjadi korban Bully oleh yang lain.

“Kami keluarga melakukan isolasi 14 hari karena anggota keluarga kami baru datang dari daerah lain. Saat ini kami sudah 10 hari isolasi dan semua dalam keadaan sehat, hanya saja kami secara psikologis merasa tidak sehat karena kami menjadi korban bully terus oleh orang-orang. Kami harap pemerintah mau ambil kebijakan untuk ini, karena kami keluarga tidak mau sampai drop karena pembully yang selalu datang ke kami. Apakah tidak ada perhatian buat kami,” kata salah satu warga Minsel yang sementara melakukan isolasi.

Terkait hal tersebut, Kadis Kesehatan Minsel Dr.Erwin Schouten menanggapi hal tersebut. Menurutnya masyarakat harus bisa berpikir terbuka terhadap mereka yang dikategorikan sebagai ODP, PDP juga bagi keluarga pasien yang terkonfirmasi positif.

“Mereka bukan objek bully tapi seharusnya diberikan bantuan dan dukungan baik secara mental agar mereka kuat melakukan setiap protokol kesehatan yang ada. Mereka harus didukung agar mereka bisa cepat pulih dari Covid-19 ini,” kata Schouten.

Namun, jika ada masyarakat yang melakukan pembullyan terhadap warga yang terkategorikan ODP, PDP atau Positif, Schouten mengatakan aksi bully bisa dilaporkan ke pihak berwajib.

“Kalau sudah lakukan sesuai aturan dan protokol kesehatan tapi tetap dapat bully seperti itu. Bisa segera laporkan ke penegak hukum,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Minsel AKBP Bangun Widi Septo menegaskan, pihaknya akan memproses mereka yang membully para pasien Covid-19 baik juga keluarga yang sementara berjuang melawan virus tersebut.

“Mereka bukan untuk dibully, tapi harus didukung agar cepat sembuh. Jika ada laporan terkait pembullyan, pasti kita akan proses hukum berlaku,” pungkasnya.(rgm/ewa)

  • Dipublish : 25 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami