Bupati Gowa Berang, Properti di Kawasan Istana Tamalate Dirusak

BKM/IST DIRUSAK-Kondisi properti di kawasan Museum Istana Balla Lompoa yang dirusak pada Kamis dinihari (10/3).
BKM/IST DIRUSAK-Kondisi properti di kawasan Museum Istana Balla Lompoa yang dirusak pada Kamis dinihari (10/3).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan berang. Kamis pagi (10/3) ia mendapat laporan bahwa sejumlah properti dalam kawasan Istana Tamalate yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu menjadi sasaran pengrusakan.

Tindakan tersebut diduga dilakukan oknum tak bertanggungjawab pada Kamis dinihari. Sebab hari sebelumnya, kondisi di dalam kawasan terlihat biasa-biasa saja.

Pengrusakan ini diduga terjadi setelah Adnan memantau langsung kawasan Istana Tamalate yang direncanakan akan diresmikan pada 17 Maret 2022 mendatang. Rencananya, peresmian akan dilakukan bersama sejumlah proyek pembangunan fisik lainnya yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2020-2021.

Tampak sejumlah properti berupa bola-bola batu yang dibuat dalam taman pelataran Istana mengalami kerusakan. Ada beberapa buah yang dipecahkan dan terindikasi sengaja dirusak.

Karenanya, bupati melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Andi Tenriawati Tahri melapor ke Polres Gowa, Kamis siang. Di Polres, Kadis Pariwisata selaku penanggung jawab kawasan Museum Balla Lompoa dan Istana Tamalate didampingi stafnya diterima petugas SPKT Polres Gowa.

“Atas petunjuk Pak Bupati, kami membuat laporan di kepolisian,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Gowa.

Dia menjelaskan, peristiwa pengrusakan pertama kali diketahui dari laporan Mannaungi Daeng Sewang selaku koordinator penjaga kawasan Museum Balla Lompoa dan Istana Tamalate Sungguminasa.

“Tadi pagi (kemarin) saya dapat laporan dari koordinator penjaga yang menyampaikan kerusakan ini. Jadi saya langsung ke lokasi mengeceknya dan memang ada yang rusak,” terangnya.

Aksi pengerusakan diperkirakan terjadi Kamis dini hari saat penjagaan kosong. Menurut Andi Tenriwati, sistem penjagaan saat ini di kawasan Museum Balla Lompoa dan Istana Tamalate memang belum 24 jam.

“Terakhir penjaga tinggalkan kawasan istana jam 12.00 malam tadi. Dan sebenarnya hari ini kita sudah mulai berlakukan penjagaan selama 24 jam dengan sistem shift. Kita sudah rapatkan kemarin,” tambahnya.

Adapun yang mengalami kerusakan, kata Andi Tenriwati, yaitu empat buah hiasan property di kawasan Istana Tamalate. Empat hiasan berbentuk bola dan terbuat dari campuran semen ini pecah dan bergeser dari tempatnya.

“Dari 24 buah hiasan yang ada, empat yang pecah, jadi sisa 20 buah. Kita taksir kerugian sekitar Rp5 juta. Termasuk biaya pemasangan dan pengiriman, karena ini dipesan khusus dari luar,” paparnya.

Untuk itu dia berharap berharap proses di polres bisa berjalan dengan cepat dan pelakunya dapat terungkap. Dirinya juga akan berkoordinasi dengan beberapa pemilik toko di sekitar kawasan museum Balla Lompoa dan Istana Tamalate untuk mengecek CCTV.

“Langkah selanjutnya kita menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari polres. Kita berharap ini cepat terungkap,” tandasnya. (bkm/jm)

  • Dipublish : 11 Maret 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami